
EKOSISTEM
Standar kompetensi :
memahami komponen ekosistem serta peranan manusia dalam
menjaga keseimbangan lingkungan dan Amdal
memahami komponen ekosistem serta peranan manusia dalam
menjaga keseimbangan lingkungan dan Amdal
Indikator : Komponen-komponen ekosistem diidentifikasi berdasarkan lingkungan sekitar
Materi
Pembelajaran :
A.
Satuan mahkluk hidup
Pada tahun 1866 ahli biologi dari Jerman Ernest Haeckel
mengenalkan istilah ekologi untuk pertama kalinya. Ekologi adalah cabang
dari ilmu biologi yang mempunyai arti ilmu yang mempelajari hubungan timbal
balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya. Untuk mempermudah dalam
pemahaman tentang ekosistem perlu mengenal satuan-satuan mahkluk hidup dalam
ekosistem. Istilah-istilah yang perlu kita kenal antara lain :
1.
Individu
Yaitu suatu mahkluk hidup tunggal yang dapat berdiri sendiri. Misal
: seekor burung, sebatang pohon, seorang anak laki-laki.
Untuk mempertahankan hidupnya setiap jenis mahkluk hidup harus dapat
menyesuikan diri dengan lingkungannya atau biasa disebut adaptasi. Adaptasi
mahkluk hidup dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
a.
Adaptasi morfologi
Yaitu penyesuaian bentuk tubuh demi kelangsungan hidupnya. Misal :
kaki bebek berselaput, gigi taring pada hewan karnivora, jenis paruh pada
burung.
b.
Adaptasi fisiologi
Yaitu penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan
hidupnya. Misal : kantong tinta pada cumi-cumi, perubahan warna kulit pada
kadal ( mimikri ), unta mempunyai kantong air pada lehernya, jerapah
lehernya panjang.
c.
Adaptasi tingkah laku
Yaitu pentesuaian diri pada lingkungan berdasarkan pada tingkah
lakunya. Misal : pura-pura tidur atau mati, migrasi ( pindah ketempat yang
aman), lepasnya ekor cecak (autotomi)
2.
Populasi
Yaitu sekelompok individu sejenis yang berada bersama-sama dalam
tempat dan waktu yang sama. Tempat tinggal suatu mahkluk hidup disebut habitat.contoh
habitat : air tawar, pohon, dalam tanah. Contoh populasi : sekelompok tanaman
padi di sawah, sekelompok ikan remora di laut. Jumlah anggota populasi dapat
mengalami perubahan karena kelahiran, kematian dan migrasi (emigrasi dan
imigrasi). Jumlah individu sejenis yang dihubungkan dengan luas daerah atau
ruang yang ditempatinya dinamakan kepadatan populasi. Untuk mengetahui
kepadatan populasi penduduk di suatu daerah dapat digunakan rumus sebagai
berikut: D =
, dengan
D = kepadatan
penduduk
N = jumlah individu
S = luas daerah/tempat
Misal : hasil sensus penduduk DKI Jakarta tahun 2000 adalah 8.
389.443 orang, sedangkan luas wilayah DKI Jakarta 664 km
, maka kepadatan populasi penduduk DKI Jakarta tahun 2000
sebagai berikut :
D =
= 12.634.7311 atau dibulatkan 12.635 orang/km
.
3.
Komunitas
Yaitu seluruh populasi mahkluk hidup yang hidup disuatu daerah
tertentu dan diantara satu sama lain saling berinteraksi. Misal : disuatu
padang rumput terjadi interaksi antar populasi rumput, populasi kelinci, dan
populasi serigala, komunitas sawah, kumunitas hutan.
4.
Ekosistem
Yaitu suatu komunitas beserta lingkungan baik biotik maupun abiotik
atau kemampuan untuk menopang dirinya sendiri dari sekelompok mahkluk hidup
dalam lingkungannya. Misal ekosistem darat, ekosistem laut, ekosistem pantai.
Istilah ekosistem dikenalkan pertama kali oleh ahli botani(cabang biologi yang
mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan) dari Inggris bernama A.G.Tansley
pada tahun 1935. Semua mahkluk hidup di
bumi hidup pada lapisan yang sangat tipis yang meliputi udara, air dan tanah.
Lapisan ini dikenal dengan nama ekosfer atau biosfer. Bisa juga diartikan biosfer yaitu seluruh
permukaan bumi dan atmosfer yang meliputi darat, air dan udara sebagai tempat
hidup mahkluk hidup. Ekosfer ini mengandung air, mineral, oksigen, nitrogen,
fosfor, karbon, dan bahan lain yang diperlukan untuk kehidupan. Mengingat tidak
ada materi baru yang masuk dan keluar bumi semua bahan kimia penting tersebbut
harus di daur ulang kembali untuk menjaga kelangsungan hidup organisme di bumi.
B.
Komponen-komponen
penyusun ekosistem
Ekosistem terdiri dari dua komponen yaitu :
1.
komponen biotik
yaitu komponen dari ekosistem yang meliputi semua mahkluk hidup. Di
dalam suatu ekosistem setiap organisme mempunyai fungsi atau jabatan atau tugas
tertentu. Jabatan atau fungsi organisme di dalam ekosistem di sebut nisia
(niche). Secara garis besar nisia/berdasarkan cara memperoleh energinya
komponen biotik dibedakan menjadi 3 yaitu :
a.
Produsen
Terdiri dari tumbuhan hijau karena dapat membuat makanannya sendiri
sehingga disebut organisme autotrof. Tumbuhan mampu
membuat makanannya sendiri karena memiliki klorofil. Peristiwa pembuatan
makanan oleh klorofil dengan bantuan cahaya matahari disebut fotosintesis
. Reaksi kimia yang menggambarkan fotosintesis adalah :
6 CO
+ 6 H
O cahaya
matahari C
H
O
+ 6O
b.
Konsumen
Hasil fotosintesis yang berupa bahan makanan, sebagian dimanfaatkan
untuk proses hidupmtumbuhan dan yang lain akan di simpan sebagai cadangan
makanan. Cadangan makanan disimpan dalam akar, batang, buah, dan biji. Cadangan
makanan ini biasanya dimanfaatkan oleh mahkluk hidup lain yaitu organisme
heterotrof. Organisme heterotrof adalah organisme yang tidak dapat
membuat makanannya sendiri. Organisme ini memanfaatkan bahan-bahan organik dari
mahkluk hidup lainnya sehingga disebut konsumen. Dalam ekosistem
konsumen mempunyai tingkatan tertentu yaitu konsumen tingkat I yaitu konsumen
yang memakan produsen. Konsumen tingkat II yaitu konsumen yang memakan konsumen
tingkat I dst. Berdasarkan jenis makanannya konsumen dibedakan atas tiga
kelompok yaitu :
1)
Herbivora, adalah organisme heterotrof pemakan tumbuhan. Contoh : tikus,
kelinci, kambing, ulat, kerbau
2)
Karnivora, adalah organisme heterotrof pemakan daging hewan lain. Karnivora
merupakan predator/pemangsa. Contoh : ular, singa, buaya
3)
Omnivora, adalah organisme heterotrof pemakan segalanya baik tumbuhan maupun
hewan. Contoh : babi, manusia, kera.
c.
Pengurai /dekomposer/perombak/mikrokonsumer
Yaitu organisme yang menguraikan sisa-sisa tubuh mahkluk hidup yang
telah mati ataupun kotoran mahkluk hidup menjadi unsur-unsur yang lebih
sederhana. Pengurai mampu mengubah zat-zat organik di dalam sisa-sisa
tubuh mahkluk hidup atau kotoran mahkluk hidup menjadi zat-zat anorganik (
berupa nitrogen, CO
, garam mineral ) . Berbagai macam pengurai antara lain
mikroorganisme yaitu organisme mikroskopis yang tidak dapat dilihat dengan mata
biasa. Yang berukuran sangat kecil (renik) dapat dilihat dengan mikroskop
sehingga disebut jasad renik.
1)
Bakteri, hidup subur pada
tempat lembab dan basah. Ada pula bakteri yang hidup di lingkungan anaerob
yaitu lingkungan tanpa oksigen. Bakteri akan menghasilkan enzim untuk
menghancurkan makanan agar sel-sel tubuh dapat menyerapnya
2)
Jamur saprofit, merupakan jamur
yang tumbuh diatas permukaan kayu, hifa jamur akan menyerap makanannya.
3)
Detrivora merupakan hewan yang
dapat mengolah bahan-bahan sampah atau sisa mahkluk hidup, kemudian mengubahnya
menjadi kotoran yang dikeluarkan dari tubuhnya atau singkatnya organisme yang
memakan partikel-partikel organik/detritus . misal : cacing tanah,
siput, lipan, keluwing.
2.
komponen abiotik
yaitu komponen tak hidup yang berada disekitar mahkluk hidup yang
mempengaruhi kehidupan organisme dalam suatu ekosistem. Meliputi : tanah, air,
udara, suhu, salinitas(kadar garam), cahaya matahari, topografi(letak suatu
tempat).
C.
Jenis-jenis ekosistem
1.
Berdasarkan Proses terjadinya
Dibedakan menjadi 2 :
a.
ekosistem alamiah, terjadi
karena pengaruh alam di sekitarnya. Misal ekosistem hutan, rawa, sungai, padang
pasir, padang rumput dan laut.
b.
ekosistem buatan, terjadi
sengaja di buat manusia. Misal sawah, kolam, akuarium, kebun dan waduk.
2.
Berdasarkan tempat terjadinya
a.
ekosistem darat, ekosistem yang
dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu keadaan tanah, iklim, kelembaban
udara, cahaya matahari dan tingkat curah hujan. Misal ; hutan, pantai, gurun,
padang rumput dan kebun
b.
ekosistem air, misal laut,
kolam, waduk, air payau dan sungai
◊ Ekosistem Darat
Ekosistem darat dibedakan atas beberapa bioma. Bioma adalah
ekosistem besar yang memiliki iklim, tumbuhan dan hewan dengan ciri-ciri
khasnya masing-masing. Bioma merupakan gabungan komunitas disuatu tempat
tertentu. Beberapa bioma yang terdapat di darat yaitu :
1.
Bioma gurun pasir
-
banyak ditemukan di Amerika
Utara, Afrika Utara, Australia dan Asia Barat
-
curah hujan sangat rendah ±25
cm/tahun, turun tidak teratur dalam beberapa tahun mungkin nol.
-
Kecepatan penguapan air lebih
cepat dari presipitasi, sehingga tanah sangat tandus karena tidak mampu
menyimpan air
-
Kelembaban udara sangat rendah
-
Perbedaan suhu siang dan malam
sangat tinggi ( siang dapat mencapai 45 C malam dapat turun 0 C)
-
Jenis tumbuhan/flora : xerophyt
(tumbuhan didaerah kering), succulent (mempunyai cadangan air), dan tumbuhan
musiman dengan usia pendek, tetapi bijinya tahan lama. Misal kaktus
-
Jenis hewan/fauna :
arthhropoda(serangga, laba-laba), rhodentia (binatang mengerat) yang keluar
malam hari, hewan yang berbadan besar misal unta
-
Misal : bioma di taman
Anza-Borrego di California Selatan, gurun pasir terbesar di dunia Sahara di
Afrika Utara (panjang 5000 km)
2.
Bioma Padang Rumput
-
membentang mulai dari daerah
tropis sampai dengan daerah beriklim sedang seperti Hongaria, Rusia Selatan,
Asia Tengah, Amerika Selatan, Australia
-
curah hujan 25-50 cm/tahun,
relatif rendah turun secara tidak teratur
-
tanah mudah menyerap air,
terdapat porositas ( ruang terbuka)
-
jenis tumbuhan : rumput ( bila
terdapat beberapa pohon kayu di sebut savana )
-
jenis hewan : sangat banyak
macamnya terutama herbivora, pemangsanya carnivora, bison, zebra.
-
Misal : - stepa di Rusia
Selatan, puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara, pampa di Argentina,
-
Sabana adalah padang rumput
dengan diselingi oleh gerombolan pepohonan. Sabana dibedakan menjadi 2 yaitu:
sabana murni ( bila hanya terdiri atas satu jenis tumbuhan saja), sabana
campuran ( bila hanya terdiri dari campuran berjenis-jenis pohon)
3.
Bioma hutan basah/tropis
-
meliputi daerah aliran sungai
Amazone-Orinaco Amerika Tengah, sebagian besar daerah Asia Tenggara dan Papua
Nugini dan lembah Kongo di Afrika
-
curah hujan tinggi dan turun sepanjang
tahun
-
matahari bersinar sepanjang
tahun
-
iklim terbagi dua yaitu iklim
mikro di dalam hutan (keadaan lembab tanah becek) dan iklim makro di luar hutan
-
jenis flora : tumbuhan berkayu,
tinggi, dan berdaun rimbun sehingga membentuk tudung/kanopi., tumbuhan perdu : liana
(tumbuhan yang menjalar/merambat pada pohon besar/permukaan hutan, misal
rotan), epifit (tumbuhan yang menempel pada batang pohon, misal :
anggrek), higrofit (tumbuhan yang dapat menyesuaikan dengan keadaan
lembab, misal : cemara, pinus).
-
Jenis fauna : hewan yang
bersifat diurnal yaitu hewan yang aktif pada siang hari misal arboreal ( hewan
yang hidup diatas tumbuhan seperti kera, tupai, burung)dan hewan nonfurnal
yaitu hewan yang aktif pada malam hari misal burung hantu, babi hutan, kucing
hutan.
-
Contoh bioma : hutan belantara
di Amerika Tengah dan Selatan
4.
Bioma Hutan Musim
-
terdapat didaerah tropis
-
jenis flora : tropofit (mampu
beradaptasi terhadap keadaan kering dan keadaan basah pada saat musim kemarau,
daunnya meranggas, sebaliknya saat musim hujan daunnya lebat, misal hutan jati)
-
jenis fauna : rusa, babi hutan,
harimau
-
contoh : hutan musim di Jawa
Tengah dan Jawa Timur
5.
Bioma Hutan Gugur
-
terdapat di Amerika Serikat,
Eropa Barat, Asia Timur dan Chili
-
curah hujan merata sepanjang
tahun
-
mempunyai 4 musim
-
keanekaragaman jenis tumbuhan
lebih rendah daripada hutan tropis
-
pada musim panas energi radiasi
matahari yang di terima cukup tinggi demikian pula presipitas (curah hujan) dan
kelembaban, menyebabkan pohon tinggi tumbuh dengan baik tetapi cahaya masih
dapat menembus ke dasar karena dedaunan tidak begitu lebat tumbuhnya , hewan
serangga, burung, bajing, racoon yaitu sebangsa musang
-
pada saat menjelang musim
dingin radiasi sinar matahari mulai berkurang, suhu mulai turun, tumbuhan mulai
sulit mendapatkan air sehingga daun menjadi merah, coklat akhirynya gugur
sehingga musim ini disebut musim gugur.
-
Pada saat musim dingin tumbuhan
gundul dan tidak melakukan kegiatan fotosintesis. Beberapa hewan melakukan hibernasi
(tidur pada musim dingin misal beruang).
-
Pada musim panas suhu naik,
salju mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali sehingga disebut musim semi.
-
Contoh bioma :- bioma hutan
ranggas di Amerika Utara
6.
Bioma Hutan Taiga
-
terdapat didaerah antara
subtropika dengan daerah kutub seperti Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska,
Kanada
-
perbedaan antara suhu musim
panas dan musim dingin cukup tinggi
-
pertumbuhan tanaman terjadi pada
musim panas yang berlangsung antara 3-6 bulan
-
jenis flora : pohon
konifer/berdaun jarum misal pinus merkusii
-
jenis fauna : beruang hitam,
srigala,rusa, bajing
-
contoh : hutan konifer di
pegunungan alpin, bioma spruce-moose di British Columbia
7.
Bioma Hutan Tundra
-
terdapat di kutub utara
-
istilah tundra berarti dataran
tanpa pohon, vegetasinya didominasi oleh lumut, rumput
-
mendapat sedikit energi radiasi
sianr matahari, musim dingin sangat panjang berlangsung selama 9 bulan dengan
suasana gelap
-
musim panas berlangsung selama
3 bulan pada masa inilah vegetasi mengalami pertumbuhan
-
jenis flora : lichenes (lumut
kerak), spagenum
-
jenis fauna : muskoxem (bison
berbulu tebal), reindeer/caribou (rusa kutub)
-
contoh : tundra di taman
Mckinley di Alaska.
8.
Bioma hutan bakau/mangrove
-
disepanjang pantai yang landai
di derah tropik dan subtropik
-
kadar garam air dan tanahnya
tinggi
-
kadar oksigen air dan tanahnya
rendah
-
saat air pasang lingkungan
banjir saat air surut lingkungan becek dan berlumpur
-
jenis flora : pohon bakau, pohon
kayu api, pohon bogem
-
jenis fauna : ikan, buaya,
biawak, burung
-
hutan bakau di Indonesia
terdapat di sepanjang pantai timur Sumatra, pantai barat dan selatan kalimantan
dan sepanjang pantai Irian, di pulau Jawa disekitar Segara Anakan di Cilacap
yang merupakan muara sungai Citanduy
◊ Ekosistem Air Tawar
Ekosistem air tawar dapat
dijumpai di sungai, kolam, waduk, danau dan rawa. Ciri –ciri :
-
salinitas rendah, bahkan lebih
rendah dari kadar garam organisme yang ada didalamnya
-
merupakan perantara habitat
laut dan habitat darat
-
terdapat aliran air
-
dipengaruhi oleh iklim dan
cuaca
-
variasi suhu rendah
-
tumbuhan : dinding sel kuat
sehingga dapat membatasi terjadinya osmosis (masuknya air kedalam sel), misal :
teratai, enceng gondok, ssemanggi, paku sampan
-
hewan : tidak minum air terus
menerus masuk kedalam tubuh secara osmosis melalui insangnya, mengeluarkan
banyak urine, menyesuaikan terhadap aliran air, memiliki otot yang kuat
penggolongan organisme dalam air tawar
- Berdasarkan aliran energi
-
autotrof (produsen) : tumbuhan
-
fagotrof : herbivora, predator,
parasit
-
sapotrof : organisme yang hidup
pada sisa-sisa organisme
- Berdasarkan kebiasaan hidup
-
plankton : hidupnya
melayang-layang dalam kolom air/mengikuti aliran air
-
nekton : hewan yang aktif
berenang dalam air misal ikan, amphibi
-
neuston : hewan yang berenang
di permukaan air misal serangga air
-
perifiton : tumbuhan/hewan yang
melekat pada tumbuhan/benda lain misal : siput
-
bentos : tumbuhan/hewan yang
hidup di dasar perairan misal cacing
◊ Ekosistem Air Laut
ciri – ciri :
-
memiliki salinitas tinggi
-
di permukaan laut mempunyai
perubahan suhu sesuai dengan musim
-
hewan tingkat tinggi misal ikan
untuk menyesuikan dengan tekanan osmosis air laut dengan cara banyak minum air,
mengeluarkan urine sedikit, pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang,
serta garam yang berlebih juga dikeluarkan lewat insang
Pembagian habitat laut dibedakan menjadi beberapa cara :
a.
Secara horizontal (mendatar)
(1)
Neuritik : permukaan air yang
dimulai dari tepi pantai sampai kedalaman 200 m
-
Estuaria : wilayah sempit,
mudah rusak disepanjang garis pantai di mana terdapat percampuran air tawar dan
air laut
-
Rawa pantai : wilayah dangkal
yang selalu basah dan tergenang, menyebar sampai ke daratan di mana masih
terdapat percampuran air tawar dan laut. Daerah ini meliputi hutan mangrove,
dataran pasang surut, rawa dan teluk
-
Menyebar sampai batas paparan
benua dan continental slope
(2)
Oceanik : permukaan air yang
dimulai dari kedalaman laut dari 200 m sampai dengan laut lepas (zona laut
terbuka), mencakup 90 % wilayah total laut
a.
secara vertikal
(1)
Litoral : daerah pasang surut
apabila laut pasang akan tergenang dan apabila air laut surut tidak tergenang
(2)
Sublitoral/eufotik : daerah
mulai dari batas litoral yang terdalam sampai kedalaman 200 m, sinar matahari
mampu menembus kedalam perairan sehingga terjadi proses fotosintesis
(3)
Bathyal : kedalaman dasar laut
dari 200 – 4000 m (zona terbuka yang gelap, dihuni oleh organisme laut yang
berukuran besar seperti tuna dan paus
(4)
Abysal : kedalaman dasar laut
yang berkisar antara 4000 – 6000 m (laut dalam)
(5)
Hadal : kedalaman dasar laut
dari 6000 – 10000 m (dasar lautan/benthos)
b.
berdasarkan intensitas cahayanya, ekosistem
laut terbagi menjadi :
(1)
Fotik : daerah yang cukup
mendapat intensitas cahaya, terdapat didaerah-daerah pasang surut, neuritik,
dan litoral
(2)
Afotik : daerah yang
kurang/tidak mendapat cahaya
Pembagian zona di ekosistem laut
![]() |
bathyal
abyssal
◊ Ekosistem Pantai
Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut
dan daerah pasang surut. Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang
surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural
sehingga dapat melekat erat di substrat keras. Daerah paling atas pantai hanya
terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini di huni oleh beberapa jenis
ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung
pantai. Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah.
Daerah ini di huni oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang,
siput, kepiting, landak laut, bintang laut dan ikan-ikan kecil. Daerah pantai
terdalam terendam saat air pasang maupun surut, daerah ini dihuni oleh beragam
invertebrata dan ikan serta rumput laut. Komunitas tumbuhan berturut turut dari
daerah pasang surut kearah darat di bedakan sebagai berikut :
1.
Formasi Pes caprae
Dinamakan demikian karena paling banyak tumbuh di gundukan pasir
adalah tumbuhan ipomoeapescaprae (telapak kambing) yang tahan terhadap hempasan
gelombang dan angin, tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal. Ini terletak di
daerah berpasir dan berbatasan langsung dengan laut. Tumbuhan lainnya adalah
Spinifex littorius ( rumput angin ), vigna, euphorbia atoto dan canaualia
martina. Lebih kearah darat lagi ditumbuhi crinum asiaticum (bakung), pandanus
tectorius (pandan) dan scaeuola fruescens (babakoan).
2.
Formasi Baringtonia
Letaknya lebih jauh dari garis pantai, umumnya terdapat setelah
formasi pescaprae, daerah ini didominasi tumbuhan baringtonia (keben, butu)
termasuk didalamnya Wedelia, Thespesia, Terminalia (ketapang), Guettarda dan
Erythrina.
3.
Formasi Bakau (Mangrove)
Terletak didaerah pasang surut. Bila tanah di daerah pasang surut
berlumpur maka kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas
(merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang oksigen berfungsi
untuk mengambil oksigen dan penahan dari pasang surut gelombang). Yang termasuk
tumbuhan di hutan bakau antara lain Nypa, Acathus, Rhizopora da Cerbera. Jika
tanah pasang surut tidak terlalu basah, pohon yang sering tumbuh adalah
Heriticra, lumnitzera, Acgicras dan Xylocarpus granatum (nyirih)
4.
Estuari
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut.
Estuari sering di pagari oleh lempengan lumpur yang luas atau rawa garam.
Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut.
Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut airnya.
Nutrien dari sungai memperkaya estuari. Komunitas tumbuhan yang hidup di
estuari antara lain rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya
antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting dan ikan. Bahkan ada beberapa
invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan setuari sebagai tempat kawin
atau bermigrasi untuk menuju habitat air tawar. Estuari juga merupakan tempat
mencari makan bagi vertebrata yaitu unggas air.
5.
Terumbu karang
Di laut tropis pada daerah neuritik terdapat suatu komunitas yang
khusus yang terdiri dari karang batu dan organisme-organisme lainnya. Komunitas
ini disebut terumbu karang. Daerah ini masih dapat ditembus cahaya matahari
sehingga fotosintesis dapat berlangsung. Terumbu karang didomonasi oleh karang
(koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang mensekresikan kalsium karbonat.
D.
Interaksi antar komponen
Ekosistem
1.
Saling ketergantungan antara
komponen biotik terhadap komponen abiotik
Tidak ada satu mahkluk hidup yang dapat hidup sendiri. Semua mahkluk
hidup bergantung pada lingkungannya
begitu pula sebaliknya. Contoh hubungan ketergantungan komponen biotik
terhadap komponen abiotik yaitu :
-
cacing tanah membuat tanah
tempat hidupnya banyak rongga untuk menampung udara (oksigen) untuk pernapasan
-
manusia akan merasakan
kesejukan dan kesegaran bila berada di daerah yang memiliki banyak pohon hal
ini karena banyaknya gas oksigen yang dihasilkan tumbuhan dan terlindung dari
cahaya matahari yang terasa panas
-
bakteri aerob menggantungkan
oksigen pernapasannya dari udara bebas
-
hewan dan manusia memerlukan
air untuk minum serta mandi
-
beberapa hewan memerlukan tanah
untuk mengerami telur-telurnya
2.
ketergantungan komponen abiotik
terhadap biotik
-
pohon (daun jatuh ketanah lama
kelamaan akan menjadi humus) akan mempengaruhi tanah dengan cara mengubah
struktur tanah dan mengurangi erosi
-
udara yang sehat dan baik
tergantung dari pohon
-
tanah tergantung dari cacing
tanah yang menyebabkan tanah berongga dan berisi udara
3.
Interaksi antara produsen,
konsumen, dan pengurai
Saling ketergantungan antara produsen, konsumen, dan pengurai dapat
dilukiskan dengan diagram berikut :
![]() |
E.
Rantai Makanan dan
Jaring-jaring makanan
Salah satu bentuk saling ketergantungan antarsesama komponen biotik
dalam ekosistem adalah hubungan makan dan di makan. Peristiwa makan dan di
makan dengan urutan dan arah tertentu dalam ekosistem disebut rantai makanan.
Pada peristiwa tersebut terjadi perpindahan energi dari produsen ke konsumen
dan selanjutnya pengurai. Tingkatan yang ada dalam ekosistem disebut tingkatan
trofik.
Contoh peristiwa rantai makanan :
|
|
|
|
|
Dimakan dimakan dimakan
|
|
|
Jumlah seluruh hewan dan tumbuhan pada tingkat tropik disebut dengan
biomassa. Piramida makanan adalah piramida yang menggambarkan massa zat
dan jumlah energi dari produsen hingga konsumen tertinggi dalam suatu ekosistem. Dasar piramida yang
lebar menggambarkan keadaan produsen yang jumlahnya banyak. Makin keatas
massanya makin kecil. Jika terjadi penyimpangan dari keadaan ideal maka akan
terjadi ketidakseimbangan pada rantai makanan.


F.
Bentuk Interaksi antar
komponen biotik
a.
Predasi : Bentuk hubungan
antara predator atau pemangsa dengan mangsa, misal :
-
ular sangat bergantung pada
katak
-
singa dengan kijang
-
elang dengan anak ayam
b.
Kompetisi : interaksi
antarmahkluk yang saling bersaing untuk memenuhi kebutuhan hidup. faktor yang
mendorong terjadinya persaingan adalah :
-
Kekuasaan/tempat tinggal
-
Pasangan
-
Makanan
Contoh :- populasi lembu dengan populasi kambing di padang rumput
- tanaman budidaya dengan gulma
c.
Netral : hubungan tidak saling
mengganggu antar makhluk hidup dalam habitat yang sama. sifat dari hubungan ini
adalah tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak.
Contoh : kambing dengan capung, semut dengan kupu-kupu
d.
Simbiosis : hubungan antar
mahkluk hidup dari spesies yang berbeda yang hidup bersama. Simbiosis dibedakan
menjadi 3 yaitu
(1)
mutualisme : hubungan antara dua organisme
yang hidup bersama yang mana diantara keduanya terjadi hubungan saling
menguntungkan
contoh : -
kupu-kupu dengan bunga
-
bakteri rhizobium pada bintil
akar kacang-kacangan
-
burung jalak dengan kerbau
-
kutu daun dan semut hitam
(2)
komensalisme : hubungan antara
dua organisme yang hidup bersama dimana yang satu pihak mendapat keuntungan dan
yang satu pihak tidak dirugikan.
Contoh : - anggrek
dengan pohon inangnya
-
ikan remora (bertubuh kecil)
pada tubuh ikan berukuran besar
-
paku tanduk rusa dengan pohon
nangka
-
bakteri pembusuk dengan usus
besar manusia
(3)
Parasitisme : hubungan antara
dua organisme yang hidup bersama yang mana satu pihak hidup dan mengambil
makanan dari inangnya
Contoh : - cacing pita pada usus manusia
-
plasmodium pada darah manusia
-
benalu pada tanaman inangnya
-
tali putri dengan tanaman pagar
G.
Peran komponen biotik
dan abiotik dalam kehidupan
a.
Peran komponen biotik
Untuk peran komponen biotik sudah dibahas diawal sesuai dengan nisia
mahkluk hidup dibagi menjadi 3 yaitu produsen, konsumen dan pengurai
b.
Peran komponen abiotik
No
|
komponen
|
Peranan
|
1.
|
tanah
|
Menyediakan
sumber zat-zat mineral yang diperlukan oleh organisme
|
2.
|
air
|
Membantu proses-proses yang terjadi dalam tubuh
|
3.
|
Udara
|
Membantu
proses respirasi dan fotosintesis yang mendukung terciptanya keseimbangan
ekosistem
|
4.
|
Cahaya
|
Diperlukan
dalam fotosintesis untuk menghasilkan energi, mempengaruhi proses
pertumbuhan, membuat suhu bumi sesuai untuk kehidupan makhluk hidup,
menyebabkan terjadinya angin (perbedaab panas/suhu dipermukaan bumi karena
sinar matahari mempengaruhi suhu dan tekanan udara sehingga terjadi aliran
udara dan angin), menyebabkan terjadinya siklus air
|
5.
|
Suhu
|
Sebagai salah
satu syarat berlangsungnya proses kimia dalam tubuh mahkluk hidup
|
6.
|
Kelembaban
|
Berpengaruh
pada proses penguapan air dari permukaan tubuh organisme
|
7.
|
Arus angin
|
Berpengaruh
dalam menjaga kesuburan tanah
|
8.
|
Derajat
keasaman
|
Mempengaruhi
proses metabolisme
|
9.
|
Iklim
|
Mempengaruhi
kesuburan tanah dan komunitas makhluk hidup
|
10.
|
topografi
|
Berpengaruh
pada penyebaran mahkluk hidup
|
11.
|
Garam mineral
|
Termasuk zat
hara yang dibutuhkan mahkluk hidup terutama tumbuhan
|
12.
|
Arus air
|
Mempengaruhi
perikehidupan mahkluk hidup air
|
13.
|
ombak
|
Mempengaruhi
perikehidupan mahkluk hidup air, terutama di laut
|
H.
Keseimbangan
ekosistem/lingkungan
Dalam ekosistem terjadi hubungan timbal balik antara komponen
abiotik dan biotik. Interaksi kedua komponen yang selaras akan membuat keadaan
ekosistem itu menjadi seimbang. Dengan demikian keadaan lingkungan yang sesuai
mampu menunjang kehidupan organisme yang ada pada ekosistem. Proses yang
terjadi dalam ekosistem akan terus berjalan dengan teratur. Aliran energi
lingkungan terus terjamin. Kondisi ini akan terus bertahan manakala komponen
ekosistem berada dalam keadaan keseimbangan.
Dalam suatu ekosistem terdapat suatu keseimbangan yang disebut homoeustasis
yaitu kemampuan ekosistem menyesuaikan terhadap berbagai perubahan dalam sistem
secara keseluruhan.
Keseimbangan lingkungan tersebut dapat terganggu oleh faktor-faktor
sebagai berikut :
1.
faktor alami, seperti gempa
bumi, banjir, tanah longsor, gunung meletus, angin
2.
faktor aktivitas manusia,
seperti penebangan hutan untuk lahan pertanian, pembangunan, pemukiman, pabrik,
waduk, polusi
Untuk menjaga keseimbangan di dalam ekosistem perlu dijaga agar
tidak ada komponen ekosistem yang musnah. Upaya – upaya dalam melindungi
keseimbangan ini perlu dilakukakan antara lain :
-
perlindungan terhadap margasatwa
yang langka
-
adanya undang-undang perburuan
-
adanya undang-undang lingkungan
hidup
-
adanya undang-undang konvensi
SDA
◊ Perlindungan dan Pengawetan Alam (PPA)
Gerakan PPA atau konservasi alam di mulai di Perancis tahun 1953. di
Indonesia PPA didirikan pada tahun 1982 yang berpusat di Bogor.
PPA adalah usaha untuk memelihara
keseimbangan kehidupan di alam agar tetap berada dalam keadaan seimbang
1.
Tujuan PPA
Adalah untuk mencapai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya antara
lain :
-
nilai ilmiah yaitu kekayaan
alam, misal flora, fauna, tanah dan air untuk kepentingan ilmiah
-
nilai ekonomi yaitu misal untuk
pengembangan daerah wisata
-
nilai budaya adalah adanya
flora dan fauna yang khas pada suatu daerah menimbulkan kebanggaan bagi daerah
tersebut. Misal cendrawasih di Irian, Maleo dari Sulawesi.
-
Nilai mental dan spiritual
artinya keseimbangan alam dapat mendekatkan manusia kepada penciptanya.
2.
Macam-macam PPA
a.
Perlindungan Alam Umum
Meliputi perlindungan terhadap flora dan fauna dan habitatnya,
dibagi menjadi 3 :
(1)
Perlindungan Alam Ketat
-
keadaan alam disesuaikan dengan
aslinya
-
diawasi para ahli
-
digunakan untuk kepentingan
ilmu pengetahuan
-
tertutup untuk umum
(2)
Perlindungan Alam Terbimbing
-
keadaan alam diatur oleh
manusia
-
diawasi para ahli
-
terbuka untuk umum
(3)
Taman nasional ( National Park)
-
areal sangat luas
-
tidak boleh ada tempat
tinggal/bangunan industri
-
terbuka untuk umum sebagai
tempat rekreasi
b.
Perlindungan Alam Dengan Tujuan
Tertentu
Antara lain :
(1)
perlindungan Geologi, bertujuan
untuk melindungi keadaan geologi misal formasi batuan.
(2)
Perlindungan alam Botani,
bertujuan untuk melindungi jenis tanaman tertentu. Misal : Kebun Raya Bogor,
Kebun Raya Cibodas, Taman Purwodadi di Jawa Timur
(3)
Perlindungan alam Zoologi,
bertujuan melindungi hewan-hewan langka,. Misal : badak jawa, komodo, burung
maleo, gajah
(4)
Perlindungan alam anthrologi,
bertujuan untuk melindungi suku bangsa yang terisolasi. Misal suku asmat di
papua, suku badui di banten selatan
(5)
Perlindungan pemandangan alam,
bertujuan melindungi keindahan alam. Misal lembah ngarai sianok di sumatera
barat.
c.
Pengawetan tanah
Mempunyai dua tujuan :
(1)
mengembalikan kesuburan tanah
dapat dilakukan dengan cara
-
penghijauan dan pemupukan
-
rotasi tanaman/ pergiliran
tanaman
-
irigasi
-
tumpangsari
(2)
menghindari erosi dapat
dilakukan dengan cara
-
reboisasi
-
membuat sengkedan/terasiring
-
memperbaiki pengairan
d.
pengawetan hutan
dilakukan dengan cara:
-
penebangan hutan secara
selektif disertai reboisasi
-
mencegah kebakaran hutan
-
sistem komunikasi yang baik
untuk meningkatkan pengawasan hutan
e.
perlindungan suaka alam
adalah daerah untuk perlindungan dan pelestarian bagi tumbuhan,
hewan dan habitatnya. Dibagi menjadi dua
1. margasatwa
adalah perlindungan terhadap hewan dan habitatnya. Dapat dilakukan
dengan cara:
(1)
pengawasan terhadap perburuan
liar
(2)
memelihara dan membiakkan hewan
yang hampir punah.
Beberapa contoh margasatwa yang dilindungi di Indonesia ;
-
orang hutan di pulau kalimantan
dan sumatera
-
komodo di pilau komodo dan
Flores
-
tapir dan tenuk di pulau
Sumatera dan Kalimantan
-
burung cendrawasih di Papua
-
rusa atau menjangan di pulau
Kalimantan, sumatera, jawa, sulawesi, maluku
-
baluran di Jawa Timur
2.
cagar alam
adalah suatu daerah yang dilindungi pemerintah agar tidak terjadi
gangguan terhadap tumbuhan dan lingkungan abiotiknya. Misal :
-
Raflesia di Bengkulu
-
Gunung Krakatau di Lampung
-
Kawah Ijen di Jawa Timur
Daftar Pustaka
- Modul IPA paket dua Puji Asputro, Spd
- Internet
- IPA untuk SMK LP2IP jilid III
- IPA untuk SMK LP2IP jilij IIB
- Lingkungan Hidup untuk SMK PPPGT/VEDC Malang
- Ilmu Lingkungan Airlangga University Press Agoes Soegianto


Tidak ada komentar:
Posting Komentar