Kamis, 23 Januari 2014

EKOSISTEM



EKOSISTEM

Standar kompetensi :
memahami komponen ekosistem serta peranan manusia dalam
menjaga keseimbangan lingkungan dan Amdal
Kompetensi Dasar       :   mengidentifikasi komponen ekosistem

Indikator : Komponen-komponen ekosistem diidentifikasi berdasarkan lingkungan sekitar
Materi Pembelajaran   :

A.    Satuan mahkluk hidup
Pada tahun 1866 ahli biologi dari Jerman Ernest Haeckel mengenalkan istilah ekologi untuk pertama kalinya. Ekologi adalah cabang dari ilmu biologi yang mempunyai arti ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya. Untuk mempermudah dalam pemahaman tentang ekosistem perlu mengenal satuan-satuan mahkluk hidup dalam ekosistem. Istilah-istilah yang perlu kita kenal antara lain :

1.                              Individu
Yaitu suatu mahkluk hidup tunggal yang dapat berdiri sendiri. Misal : seekor burung, sebatang pohon, seorang anak laki-laki.
Untuk mempertahankan hidupnya setiap jenis mahkluk hidup harus dapat menyesuikan diri dengan lingkungannya atau biasa disebut adaptasi. Adaptasi mahkluk hidup dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
a.       Adaptasi morfologi
Yaitu penyesuaian bentuk tubuh demi kelangsungan hidupnya. Misal : kaki bebek berselaput, gigi taring pada hewan karnivora, jenis paruh pada burung.
b.      Adaptasi fisiologi
Yaitu penyesuaian fungsi fisiologi tubuh untuk mempertahankan hidupnya. Misal : kantong tinta pada cumi-cumi, perubahan warna kulit pada kadal ( mimikri ), unta mempunyai kantong air pada lehernya, jerapah lehernya panjang.
c.       Adaptasi tingkah laku
Yaitu pentesuaian diri pada lingkungan berdasarkan pada tingkah lakunya. Misal : pura-pura tidur atau mati, migrasi ( pindah ketempat yang aman), lepasnya ekor cecak (autotomi)
2.                              Populasi
Yaitu sekelompok individu sejenis yang berada bersama-sama dalam tempat dan waktu yang sama. Tempat tinggal suatu mahkluk hidup disebut habitat.contoh habitat : air tawar, pohon, dalam tanah. Contoh populasi : sekelompok tanaman padi di sawah, sekelompok ikan remora di laut. Jumlah anggota populasi dapat mengalami perubahan karena kelahiran, kematian dan migrasi (emigrasi dan imigrasi). Jumlah individu sejenis yang dihubungkan dengan luas daerah atau ruang yang ditempatinya dinamakan kepadatan populasi. Untuk mengetahui kepadatan populasi penduduk di suatu daerah dapat digunakan rumus sebagai berikut: D =  , dengan
            D = kepadatan penduduk
            N  = jumlah individu
            S  = luas daerah/tempat
Misal : hasil sensus penduduk DKI Jakarta tahun 2000 adalah 8. 389.443 orang, sedangkan luas wilayah DKI Jakarta 664 km, maka kepadatan populasi penduduk DKI Jakarta tahun 2000 sebagai berikut :
D = = 12.634.7311 atau dibulatkan 12.635 orang/km.

3.                              Komunitas
Yaitu seluruh populasi mahkluk hidup yang hidup disuatu daerah tertentu dan diantara satu sama lain saling berinteraksi. Misal : disuatu padang rumput terjadi interaksi antar populasi rumput, populasi kelinci, dan populasi serigala, komunitas sawah, kumunitas hutan.
4.                              Ekosistem
Yaitu suatu komunitas beserta lingkungan baik biotik maupun abiotik atau kemampuan untuk menopang dirinya sendiri dari sekelompok mahkluk hidup dalam lingkungannya. Misal ekosistem darat, ekosistem laut, ekosistem pantai. Istilah ekosistem dikenalkan pertama kali oleh ahli botani(cabang biologi yang mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan) dari Inggris bernama A.G.Tansley pada tahun 1935.  Semua mahkluk hidup di bumi hidup pada lapisan yang sangat tipis yang meliputi udara, air dan tanah. Lapisan ini dikenal dengan nama ekosfer atau biosfer.  Bisa juga diartikan biosfer yaitu seluruh permukaan bumi dan atmosfer yang meliputi darat, air dan udara sebagai tempat hidup mahkluk hidup. Ekosfer ini mengandung air, mineral, oksigen, nitrogen, fosfor, karbon, dan bahan lain yang diperlukan untuk kehidupan. Mengingat tidak ada materi baru yang masuk dan keluar bumi semua bahan kimia penting tersebbut harus di daur ulang kembali untuk menjaga kelangsungan hidup organisme di bumi.

B.     Komponen-komponen penyusun ekosistem
Ekosistem terdiri dari dua komponen yaitu :
1.                              komponen biotik
yaitu komponen dari ekosistem yang meliputi semua mahkluk hidup. Di dalam suatu ekosistem setiap organisme mempunyai fungsi atau jabatan atau tugas tertentu. Jabatan atau fungsi organisme di dalam ekosistem di sebut nisia (niche). Secara garis besar nisia/berdasarkan cara memperoleh energinya komponen biotik dibedakan menjadi 3 yaitu :
a.       Produsen
Terdiri dari tumbuhan hijau karena dapat membuat makanannya sendiri sehingga disebut organisme autotrof. Tumbuhan mampu membuat makanannya sendiri karena memiliki klorofil. Peristiwa pembuatan makanan oleh klorofil dengan bantuan cahaya matahari disebut fotosintesis . Reaksi kimia yang menggambarkan fotosintesis adalah :
6 CO + 6 HO cahaya matahari  CHO + 6O
                                 klorofil
b.      Konsumen
Hasil fotosintesis yang berupa bahan makanan, sebagian dimanfaatkan untuk proses hidupmtumbuhan dan yang lain akan di simpan sebagai cadangan makanan. Cadangan makanan disimpan dalam akar, batang, buah, dan biji. Cadangan makanan ini biasanya dimanfaatkan oleh mahkluk hidup lain yaitu organisme heterotrof. Organisme heterotrof adalah organisme yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. Organisme ini memanfaatkan bahan-bahan organik dari mahkluk hidup lainnya sehingga disebut konsumen. Dalam ekosistem konsumen mempunyai tingkatan tertentu yaitu konsumen tingkat I yaitu konsumen yang memakan produsen. Konsumen tingkat II yaitu konsumen yang memakan konsumen tingkat I dst. Berdasarkan jenis makanannya konsumen dibedakan atas tiga kelompok yaitu :
1)      Herbivora, adalah organisme heterotrof pemakan tumbuhan. Contoh : tikus, kelinci, kambing, ulat, kerbau
2)      Karnivora, adalah organisme heterotrof pemakan daging hewan lain. Karnivora merupakan predator/pemangsa. Contoh : ular, singa, buaya
3)      Omnivora, adalah organisme heterotrof pemakan segalanya baik tumbuhan maupun hewan. Contoh : babi, manusia, kera.
c.       Pengurai /dekomposer/perombak/mikrokonsumer
Yaitu organisme yang menguraikan sisa-sisa tubuh mahkluk hidup yang telah mati ataupun kotoran mahkluk hidup menjadi unsur-unsur yang lebih sederhana. Pengurai mampu mengubah zat-zat organik di dalam sisa-sisa tubuh mahkluk hidup atau kotoran mahkluk hidup menjadi zat-zat anorganik ( berupa nitrogen, CO, garam mineral ) . Berbagai macam pengurai antara lain mikroorganisme yaitu organisme mikroskopis yang tidak dapat dilihat dengan mata biasa. Yang berukuran sangat kecil (renik) dapat dilihat dengan mikroskop sehingga disebut jasad renik.
1)      Bakteri, hidup subur pada tempat lembab dan basah. Ada pula bakteri yang hidup di lingkungan anaerob yaitu lingkungan tanpa oksigen. Bakteri akan menghasilkan enzim untuk menghancurkan makanan agar sel-sel tubuh dapat menyerapnya
2)      Jamur saprofit, merupakan jamur yang tumbuh diatas permukaan kayu, hifa jamur akan menyerap makanannya.
3)      Detrivora merupakan hewan yang dapat mengolah bahan-bahan sampah atau sisa mahkluk hidup, kemudian mengubahnya menjadi kotoran yang dikeluarkan dari tubuhnya atau singkatnya organisme yang memakan partikel-partikel organik/detritus . misal : cacing tanah, siput, lipan, keluwing.
2.                              komponen abiotik
yaitu komponen tak hidup yang berada disekitar mahkluk hidup yang mempengaruhi kehidupan organisme dalam suatu ekosistem. Meliputi : tanah, air, udara, suhu, salinitas(kadar garam), cahaya matahari, topografi(letak suatu tempat).

C.    Jenis-jenis ekosistem
1.                              Berdasarkan Proses terjadinya
Dibedakan menjadi 2 :
a.       ekosistem alamiah, terjadi karena pengaruh alam di sekitarnya. Misal ekosistem hutan, rawa, sungai, padang pasir, padang rumput dan laut.
b.      ekosistem buatan, terjadi sengaja di buat manusia. Misal sawah, kolam, akuarium, kebun dan waduk.
2.                              Berdasarkan tempat terjadinya
a.       ekosistem darat, ekosistem yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu keadaan tanah, iklim, kelembaban udara, cahaya matahari dan tingkat curah hujan. Misal ; hutan, pantai, gurun, padang rumput dan kebun
b.      ekosistem air, misal laut, kolam, waduk, air payau dan sungai
◊ Ekosistem Darat
Ekosistem darat dibedakan atas beberapa bioma. Bioma adalah ekosistem besar yang memiliki iklim, tumbuhan dan hewan dengan ciri-ciri khasnya masing-masing. Bioma merupakan gabungan komunitas disuatu tempat tertentu. Beberapa bioma yang terdapat di darat yaitu :
1.                                          Bioma gurun pasir
-          banyak ditemukan di Amerika Utara, Afrika Utara, Australia dan Asia Barat
-          curah hujan sangat rendah ±25 cm/tahun, turun tidak teratur dalam beberapa tahun mungkin nol.
-          Kecepatan penguapan air lebih cepat dari presipitasi, sehingga tanah sangat tandus karena tidak mampu menyimpan air
-          Kelembaban udara sangat rendah
-          Perbedaan suhu siang dan malam sangat tinggi ( siang dapat mencapai 45 C malam dapat turun 0 C)
-          Jenis tumbuhan/flora : xerophyt (tumbuhan didaerah kering), succulent (mempunyai cadangan air), dan tumbuhan musiman dengan usia pendek, tetapi bijinya tahan lama. Misal kaktus
-          Jenis hewan/fauna : arthhropoda(serangga, laba-laba), rhodentia (binatang mengerat) yang keluar malam hari, hewan yang berbadan besar misal unta
-          Misal : bioma di taman Anza-Borrego di California Selatan, gurun pasir terbesar di dunia Sahara di Afrika Utara (panjang 5000 km)
2.                                          Bioma Padang Rumput
-          membentang mulai dari daerah tropis sampai dengan daerah beriklim sedang seperti Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, Australia
-          curah hujan 25-50 cm/tahun, relatif rendah turun secara tidak teratur
-          tanah mudah menyerap air, terdapat porositas ( ruang terbuka)
-          jenis tumbuhan : rumput ( bila terdapat beberapa pohon kayu di sebut savana )
-          jenis hewan : sangat banyak macamnya terutama herbivora, pemangsanya carnivora, bison, zebra.
-          Misal : - stepa di Rusia Selatan, puzta di Hongaria, prairi di Amerika Utara, pampa di Argentina,
-          Sabana adalah padang rumput dengan diselingi oleh gerombolan pepohonan. Sabana dibedakan menjadi 2 yaitu: sabana murni ( bila hanya terdiri atas satu jenis tumbuhan saja), sabana campuran ( bila hanya terdiri dari campuran berjenis-jenis pohon)
3.                                          Bioma hutan basah/tropis
-          meliputi daerah aliran sungai Amazone-Orinaco Amerika Tengah, sebagian besar daerah Asia Tenggara dan Papua Nugini dan lembah Kongo di Afrika
-          curah hujan tinggi dan turun sepanjang tahun
-          matahari bersinar sepanjang tahun
-          iklim terbagi dua yaitu iklim mikro di dalam hutan (keadaan lembab tanah becek) dan iklim makro di luar hutan
-          jenis flora : tumbuhan berkayu, tinggi, dan berdaun rimbun sehingga membentuk tudung/kanopi., tumbuhan perdu : liana (tumbuhan yang menjalar/merambat pada pohon besar/permukaan hutan, misal rotan), epifit (tumbuhan yang menempel pada batang pohon, misal : anggrek), higrofit (tumbuhan yang dapat menyesuaikan dengan keadaan lembab, misal : cemara, pinus).
-          Jenis fauna : hewan yang bersifat diurnal yaitu hewan yang aktif pada siang hari misal arboreal ( hewan yang hidup diatas tumbuhan seperti kera, tupai, burung)dan hewan nonfurnal yaitu hewan yang aktif pada malam hari misal burung hantu, babi hutan, kucing hutan.
-          Contoh bioma : hutan belantara di Amerika Tengah dan Selatan
4.      Bioma Hutan Musim
-          terdapat didaerah tropis
-          jenis flora : tropofit (mampu beradaptasi terhadap keadaan kering dan keadaan basah pada saat musim kemarau, daunnya meranggas, sebaliknya saat musim hujan daunnya lebat, misal hutan jati)
-          jenis fauna : rusa, babi hutan, harimau
-          contoh : hutan musim di Jawa Tengah dan Jawa Timur
5.      Bioma Hutan Gugur
-          terdapat di Amerika Serikat, Eropa Barat, Asia Timur dan Chili
-          curah hujan merata sepanjang tahun
-          mempunyai 4 musim
-          keanekaragaman jenis tumbuhan lebih rendah daripada hutan tropis
-          pada musim panas energi radiasi matahari yang di terima cukup tinggi demikian pula presipitas (curah hujan) dan kelembaban, menyebabkan pohon tinggi tumbuh dengan baik tetapi cahaya masih dapat menembus ke dasar karena dedaunan tidak begitu lebat tumbuhnya , hewan serangga, burung, bajing, racoon yaitu sebangsa musang
-          pada saat menjelang musim dingin radiasi sinar matahari mulai berkurang, suhu mulai turun, tumbuhan mulai sulit mendapatkan air sehingga daun menjadi merah, coklat akhirynya gugur sehingga musim ini disebut musim gugur.
-          Pada saat musim dingin tumbuhan gundul dan tidak melakukan kegiatan fotosintesis. Beberapa hewan melakukan hibernasi (tidur pada musim dingin misal beruang).
-          Pada musim panas suhu naik, salju mencair, tumbuhan mulai berdaun kembali sehingga disebut musim semi.
-          Contoh bioma :- bioma hutan ranggas di Amerika Utara
6.      Bioma Hutan Taiga
-          terdapat didaerah antara subtropika dengan daerah kutub seperti Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska, Kanada
-          perbedaan antara suhu musim panas dan musim dingin cukup tinggi
-          pertumbuhan tanaman terjadi pada musim panas yang berlangsung antara 3-6 bulan
-          jenis flora : pohon konifer/berdaun jarum misal pinus merkusii
-          jenis fauna : beruang hitam, srigala,rusa, bajing
-          contoh : hutan konifer di pegunungan alpin, bioma spruce-moose di British Columbia
7.      Bioma Hutan Tundra
-          terdapat di kutub utara
-          istilah tundra berarti dataran tanpa pohon, vegetasinya didominasi oleh lumut, rumput
-          mendapat sedikit energi radiasi sianr matahari, musim dingin sangat panjang berlangsung selama 9 bulan dengan suasana gelap
-          musim panas berlangsung selama 3 bulan pada masa inilah vegetasi mengalami pertumbuhan
-          jenis flora : lichenes (lumut kerak), spagenum
-          jenis fauna : muskoxem (bison berbulu tebal), reindeer/caribou (rusa kutub)
-          contoh : tundra di taman Mckinley di Alaska.
8.      Bioma hutan bakau/mangrove
-          disepanjang pantai yang landai di derah tropik dan subtropik
-          kadar garam air dan tanahnya tinggi
-          kadar oksigen air dan tanahnya rendah
-          saat air pasang lingkungan banjir saat air surut lingkungan becek dan berlumpur
-          jenis flora : pohon bakau, pohon kayu api, pohon bogem
-          jenis fauna : ikan, buaya, biawak, burung
-          hutan bakau di Indonesia terdapat di sepanjang pantai timur Sumatra, pantai barat dan selatan kalimantan dan sepanjang pantai Irian, di pulau Jawa disekitar Segara Anakan di Cilacap yang merupakan muara sungai Citanduy
  Ekosistem Air Tawar
      Ekosistem air tawar dapat dijumpai di sungai, kolam, waduk, danau dan rawa. Ciri –ciri :
-          salinitas rendah, bahkan lebih rendah dari kadar garam organisme yang ada didalamnya
-          merupakan perantara habitat laut dan habitat darat
-          terdapat aliran air
-          dipengaruhi oleh iklim dan cuaca
-          variasi suhu rendah
-          tumbuhan : dinding sel kuat sehingga dapat membatasi terjadinya osmosis (masuknya air kedalam sel), misal : teratai, enceng gondok, ssemanggi, paku sampan
-          hewan : tidak minum air terus menerus masuk kedalam tubuh secara osmosis melalui insangnya, mengeluarkan banyak urine, menyesuaikan terhadap aliran air, memiliki otot yang kuat
penggolongan organisme dalam air tawar
  1. Berdasarkan aliran energi
-    autotrof (produsen) : tumbuhan
-    fagotrof : herbivora, predator, parasit
-    sapotrof : organisme yang hidup pada sisa-sisa organisme
  1. Berdasarkan kebiasaan hidup
-    plankton : hidupnya melayang-layang dalam kolom air/mengikuti aliran air
-    nekton : hewan yang aktif berenang dalam air misal ikan, amphibi
-    neuston : hewan yang berenang di permukaan air misal serangga air
-    perifiton : tumbuhan/hewan yang melekat pada tumbuhan/benda lain misal : siput
-    bentos : tumbuhan/hewan yang hidup di dasar perairan misal cacing

Ekosistem Air Laut
      ciri – ciri :
-                                                                      memiliki salinitas tinggi
-                                                                      di permukaan laut mempunyai perubahan suhu sesuai dengan musim
-    hewan tingkat tinggi misal ikan untuk menyesuikan dengan tekanan osmosis air laut dengan cara banyak minum air, mengeluarkan urine sedikit, pengeluaran air dengan cara osmosis melalui insang, serta garam yang berlebih juga dikeluarkan lewat insang
Pembagian habitat laut dibedakan menjadi beberapa cara :
a.        Secara horizontal (mendatar)
(1)   Neuritik : permukaan air yang dimulai dari tepi pantai sampai kedalaman 200 m
-                                              Estuaria : wilayah sempit, mudah rusak disepanjang garis pantai di mana terdapat percampuran air tawar dan air laut
-                                              Rawa pantai : wilayah dangkal yang selalu basah dan tergenang, menyebar sampai ke daratan di mana masih terdapat percampuran air tawar dan laut. Daerah ini meliputi hutan mangrove, dataran pasang surut, rawa dan teluk
-                                              Menyebar sampai batas paparan benua dan continental slope
(2)   Oceanik : permukaan air yang dimulai dari kedalaman laut dari 200 m sampai dengan laut lepas (zona laut terbuka), mencakup 90 % wilayah total laut
a.       secara vertikal
(1)   Litoral : daerah pasang surut apabila laut pasang akan tergenang dan apabila air laut surut tidak tergenang
(2)   Sublitoral/eufotik : daerah mulai dari batas litoral yang terdalam sampai kedalaman 200 m, sinar matahari mampu menembus kedalam perairan sehingga terjadi proses fotosintesis
(3)   Bathyal : kedalaman dasar laut dari 200 – 4000 m (zona terbuka yang gelap, dihuni oleh organisme laut yang berukuran besar seperti tuna dan paus
(4)   Abysal : kedalaman dasar laut yang berkisar antara 4000 – 6000 m (laut dalam)
(5)   Hadal : kedalaman dasar laut dari 6000 – 10000 m (dasar lautan/benthos)
b.        berdasarkan intensitas cahayanya, ekosistem laut terbagi menjadi :
(1)   Fotik : daerah yang cukup mendapat intensitas cahaya, terdapat didaerah-daerah pasang surut, neuritik, dan litoral
(2)   Afotik : daerah yang kurang/tidak mendapat cahaya


          Pembagian  zona di ekosistem laut






 



                                                       eufotik
                                                                                 
                                                             bathyal








 
abyssal


 


◊ Ekosistem Pantai
      Ekosistem pantai letaknya berbatasan dengan ekosistem darat, laut dan daerah pasang surut. Ekosistem pantai dipengaruhi oleh siklus harian pasang surut laut. Organisme yang hidup di pantai memiliki adaptasi struktural sehingga dapat melekat erat di substrat keras. Daerah paling atas pantai hanya terendam saat pasang naik tinggi. Daerah ini di huni oleh beberapa jenis ganggang, moluska, dan remis yang menjadi konsumsi bagi kepiting dan burung pantai. Daerah tengah pantai terendam saat pasang tinggi dan pasang rendah. Daerah ini di huni oleh ganggang, porifera, anemon laut, remis dan kerang, siput, kepiting, landak laut, bintang laut dan ikan-ikan kecil. Daerah pantai terdalam terendam saat air pasang maupun surut, daerah ini dihuni oleh beragam invertebrata dan ikan serta rumput laut. Komunitas tumbuhan berturut turut dari daerah pasang surut kearah darat di bedakan sebagai berikut :
1.                                                                                                                                                      Formasi Pes caprae
Dinamakan demikian karena paling banyak tumbuh di gundukan pasir adalah tumbuhan ipomoeapescaprae (telapak kambing) yang tahan terhadap hempasan gelombang dan angin, tumbuhan ini menjalar dan berdaun tebal. Ini terletak di daerah berpasir dan berbatasan langsung dengan laut. Tumbuhan lainnya adalah Spinifex littorius ( rumput angin ), vigna, euphorbia atoto dan canaualia martina. Lebih kearah darat lagi ditumbuhi crinum asiaticum (bakung), pandanus tectorius (pandan) dan scaeuola fruescens (babakoan).
2.                                                                                                                                                      Formasi Baringtonia
Letaknya lebih jauh dari garis pantai, umumnya terdapat setelah formasi pescaprae, daerah ini didominasi tumbuhan baringtonia (keben, butu) termasuk didalamnya Wedelia, Thespesia, Terminalia (ketapang), Guettarda dan Erythrina.
3.                                                                                                                                                      Formasi Bakau (Mangrove)
Terletak didaerah pasang surut. Bila tanah di daerah pasang surut berlumpur maka kawasan ini berupa hutan bakau yang memiliki akar napas (merupakan adaptasi tumbuhan di daerah berlumpur yang kurang oksigen berfungsi untuk mengambil oksigen dan penahan dari pasang surut gelombang). Yang termasuk tumbuhan di hutan bakau antara lain Nypa, Acathus, Rhizopora da Cerbera. Jika tanah pasang surut tidak terlalu basah, pohon yang sering tumbuh adalah Heriticra, lumnitzera, Acgicras dan Xylocarpus granatum (nyirih)
4.                                                                                                                                                      Estuari
Estuari (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuari sering di pagari oleh lempengan lumpur yang luas atau rawa garam. Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut airnya. Nutrien dari sungai memperkaya estuari. Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain rawa garam, ganggang, dan fitoplankton. Komunitas hewannya antara lain berbagai cacing, kerang, kepiting dan ikan. Bahkan ada beberapa invertebrata laut dan ikan laut yang menjadikan setuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju habitat air tawar. Estuari juga merupakan tempat mencari makan bagi vertebrata yaitu unggas air.
5.                                                                                                                                                      Terumbu karang
Di laut tropis pada daerah neuritik terdapat suatu komunitas yang khusus yang terdiri dari karang batu dan organisme-organisme lainnya. Komunitas ini disebut terumbu karang. Daerah ini masih dapat ditembus cahaya matahari sehingga fotosintesis dapat berlangsung. Terumbu karang didomonasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok Cnidaria yang mensekresikan kalsium karbonat.

D.    Interaksi antar komponen Ekosistem
1.                              Saling ketergantungan antara komponen biotik terhadap komponen abiotik
Tidak ada satu mahkluk hidup yang dapat hidup sendiri. Semua mahkluk hidup bergantung pada lingkungannya  begitu pula sebaliknya. Contoh hubungan ketergantungan komponen biotik terhadap komponen abiotik yaitu :
-          cacing tanah membuat tanah tempat hidupnya banyak rongga untuk menampung udara (oksigen) untuk pernapasan
-          manusia akan merasakan kesejukan dan kesegaran bila berada di daerah yang memiliki banyak pohon hal ini karena banyaknya gas oksigen yang dihasilkan tumbuhan dan terlindung dari cahaya matahari yang terasa panas
-          bakteri aerob menggantungkan oksigen pernapasannya dari udara bebas
-          hewan dan manusia memerlukan air untuk minum serta mandi
-          beberapa hewan memerlukan tanah untuk mengerami telur-telurnya
2.                              ketergantungan komponen abiotik terhadap biotik
-          pohon (daun jatuh ketanah lama kelamaan akan menjadi humus) akan mempengaruhi tanah dengan cara mengubah struktur tanah dan mengurangi erosi
-          udara yang sehat dan baik tergantung dari pohon
-          tanah tergantung dari cacing tanah yang menyebabkan tanah berongga dan berisi udara
3.                              Interaksi antara produsen, konsumen, dan pengurai
Saling ketergantungan antara produsen, konsumen, dan pengurai dapat dilukiskan dengan diagram berikut :


 








E.     Rantai Makanan dan Jaring-jaring makanan
Salah satu bentuk saling ketergantungan antarsesama komponen biotik dalam ekosistem adalah hubungan makan dan di makan. Peristiwa makan dan di makan dengan urutan dan arah tertentu dalam ekosistem disebut rantai makanan. Pada peristiwa tersebut terjadi perpindahan energi dari produsen ke konsumen dan selanjutnya pengurai. Tingkatan yang ada dalam ekosistem disebut tingkatan trofik.




Contoh peristiwa rantai makanan :
tikus
 
  ular
 
elang
 
 
 









 
                           Dimakan                       dimakan                       dimakan

Sekumpulan rantai makanan yang saling berhubungan di sebut jaring-jaring makanan.
   elang
 
    tikus
 
   ular
 
Contoh                                                         
 













Jumlah seluruh hewan dan tumbuhan pada tingkat tropik disebut dengan biomassa. Piramida makanan adalah piramida yang menggambarkan massa zat dan jumlah energi dari produsen hingga konsumen tertinggi  dalam suatu ekosistem. Dasar piramida yang lebar menggambarkan keadaan produsen yang jumlahnya banyak. Makin keatas massanya makin kecil. Jika terjadi penyimpangan dari keadaan ideal maka akan terjadi ketidakseimbangan pada rantai makanan.

 Pyramid Diagram
F.     Bentuk Interaksi antar komponen biotik
a.                                                             Predasi : Bentuk hubungan antara predator atau pemangsa dengan mangsa, misal :
-          ular sangat bergantung pada katak
-          singa dengan kijang
-          elang dengan anak ayam
b.      Kompetisi : interaksi antarmahkluk yang saling bersaing untuk memenuhi kebutuhan hidup. faktor yang mendorong terjadinya persaingan adalah :
-          Kekuasaan/tempat tinggal
-          Pasangan
-          Makanan

Contoh :- populasi lembu dengan populasi kambing di padang rumput
              - tanaman budidaya dengan gulma
c.       Netral : hubungan tidak saling mengganggu antar makhluk hidup dalam habitat yang sama. sifat dari hubungan ini adalah tidak menguntungkan dan tidak merugikan kedua belah pihak.
Contoh : kambing dengan capung, semut dengan kupu-kupu
d.      Simbiosis : hubungan antar mahkluk hidup dari spesies yang berbeda yang hidup bersama. Simbiosis dibedakan menjadi 3 yaitu
(1)    mutualisme : hubungan antara dua organisme yang hidup bersama yang mana diantara keduanya terjadi hubungan saling menguntungkan
contoh :        -     kupu-kupu dengan bunga
-          bakteri rhizobium pada bintil akar kacang-kacangan
-          burung jalak dengan kerbau
-          kutu daun dan semut hitam
(2)   komensalisme : hubungan antara dua organisme yang hidup bersama dimana yang satu pihak mendapat keuntungan dan yang satu pihak tidak dirugikan.
Contoh :       -    anggrek dengan pohon inangnya
-          ikan remora (bertubuh kecil) pada tubuh ikan berukuran besar
-          paku tanduk rusa dengan pohon nangka
-          bakteri pembusuk dengan usus besar manusia
(3)   Parasitisme : hubungan antara dua organisme yang hidup bersama yang mana satu pihak hidup dan mengambil makanan dari inangnya
Contoh :        -    cacing pita pada usus manusia
-          plasmodium pada darah manusia
-          benalu pada tanaman inangnya
-          tali putri dengan tanaman pagar
G.    Peran komponen biotik dan abiotik dalam kehidupan
a.                                                             Peran komponen biotik
Untuk peran komponen biotik sudah dibahas diawal sesuai dengan nisia mahkluk hidup dibagi menjadi 3 yaitu produsen, konsumen dan pengurai
b.                                                            Peran komponen abiotik
No
komponen
Peranan
1.
tanah
Menyediakan sumber zat-zat mineral yang diperlukan oleh organisme
2.
air
Membantu  proses-proses yang terjadi dalam tubuh
3.
Udara
Membantu proses respirasi dan fotosintesis yang mendukung terciptanya keseimbangan ekosistem
4.
Cahaya
Diperlukan dalam fotosintesis untuk menghasilkan energi, mempengaruhi proses pertumbuhan, membuat suhu bumi sesuai untuk kehidupan makhluk hidup, menyebabkan terjadinya angin (perbedaab panas/suhu dipermukaan bumi karena sinar matahari mempengaruhi suhu dan tekanan udara sehingga terjadi aliran udara dan angin), menyebabkan terjadinya siklus air
5.
Suhu
Sebagai salah satu syarat berlangsungnya proses kimia dalam tubuh mahkluk hidup
6.
Kelembaban
Berpengaruh pada proses penguapan air dari permukaan tubuh organisme
7.
Arus angin
Berpengaruh dalam menjaga kesuburan tanah
8.
Derajat keasaman
Mempengaruhi proses metabolisme
9.
Iklim
Mempengaruhi kesuburan tanah dan komunitas makhluk hidup
10.
topografi
Berpengaruh pada penyebaran mahkluk hidup
11.
Garam mineral
Termasuk zat hara yang dibutuhkan mahkluk hidup terutama tumbuhan
12.
Arus air
Mempengaruhi perikehidupan mahkluk hidup air
13.
ombak
Mempengaruhi perikehidupan mahkluk hidup air, terutama di laut
H.    Keseimbangan ekosistem/lingkungan
Dalam ekosistem terjadi hubungan timbal balik antara komponen abiotik dan biotik. Interaksi kedua komponen yang selaras akan membuat keadaan ekosistem itu menjadi seimbang. Dengan demikian keadaan lingkungan yang sesuai mampu menunjang kehidupan organisme yang ada pada ekosistem. Proses yang terjadi dalam ekosistem akan terus berjalan dengan teratur. Aliran energi lingkungan terus terjamin. Kondisi ini akan terus bertahan manakala komponen ekosistem berada dalam keadaan keseimbangan.
Dalam suatu ekosistem terdapat suatu keseimbangan yang disebut homoeustasis yaitu kemampuan ekosistem menyesuaikan terhadap berbagai perubahan dalam sistem secara keseluruhan.
Keseimbangan lingkungan tersebut dapat terganggu oleh faktor-faktor sebagai berikut :
1.                              faktor alami, seperti gempa bumi, banjir, tanah longsor, gunung meletus, angin
2.      faktor aktivitas manusia, seperti penebangan hutan untuk lahan pertanian, pembangunan, pemukiman, pabrik, waduk, polusi
Untuk menjaga keseimbangan di dalam ekosistem perlu dijaga agar tidak ada komponen ekosistem yang musnah. Upaya – upaya dalam melindungi keseimbangan ini perlu dilakukakan antara lain :
-                                                                            perlindungan terhadap margasatwa yang langka
-                                                                            adanya undang-undang perburuan
-                                                                            adanya undang-undang lingkungan hidup
-                                                                            adanya undang-undang konvensi SDA
◊ Perlindungan dan Pengawetan Alam (PPA)
Gerakan PPA atau konservasi alam di mulai di Perancis tahun 1953. di Indonesia PPA didirikan pada tahun 1982 yang berpusat di Bogor.
PPA adalah usaha untuk memelihara keseimbangan kehidupan di alam agar tetap berada dalam keadaan seimbang
1.                                                                                          Tujuan PPA
Adalah untuk mencapai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya antara lain :
-          nilai ilmiah yaitu kekayaan alam, misal flora, fauna, tanah dan air untuk kepentingan ilmiah
-          nilai ekonomi yaitu misal untuk pengembangan daerah wisata
-          nilai budaya adalah adanya flora dan fauna yang khas pada suatu daerah menimbulkan kebanggaan bagi daerah tersebut. Misal cendrawasih di Irian, Maleo dari Sulawesi.
-          Nilai mental dan spiritual artinya keseimbangan alam dapat mendekatkan manusia kepada penciptanya.
2.                                          Macam-macam PPA
a.       Perlindungan Alam Umum
Meliputi perlindungan terhadap flora dan fauna dan habitatnya, dibagi menjadi 3 :
(1)   Perlindungan Alam Ketat
-          keadaan alam disesuaikan dengan aslinya
-          diawasi para ahli
-          digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan
-          tertutup untuk umum

(2)   Perlindungan Alam Terbimbing
-          keadaan alam diatur oleh manusia
-          diawasi para ahli
-          terbuka untuk umum
(3)   Taman nasional ( National Park)
-          areal sangat luas
-          tidak boleh ada tempat tinggal/bangunan industri
-          terbuka untuk umum sebagai tempat rekreasi
b.      Perlindungan Alam Dengan Tujuan Tertentu
Antara lain :
(1)     perlindungan Geologi, bertujuan untuk melindungi keadaan geologi misal formasi batuan.
(2)     Perlindungan alam Botani, bertujuan untuk melindungi jenis tanaman tertentu. Misal : Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Taman Purwodadi di Jawa Timur
(3)     Perlindungan alam Zoologi, bertujuan melindungi hewan-hewan langka,. Misal : badak jawa, komodo, burung maleo, gajah
(4)     Perlindungan alam anthrologi, bertujuan untuk melindungi suku bangsa yang terisolasi. Misal suku asmat di papua, suku badui di banten selatan
(5)     Perlindungan pemandangan alam, bertujuan melindungi keindahan alam. Misal lembah ngarai sianok di sumatera barat.
c.       Pengawetan tanah
Mempunyai dua tujuan :
(1)   mengembalikan kesuburan tanah dapat dilakukan dengan cara
-          penghijauan dan pemupukan
-          rotasi tanaman/ pergiliran tanaman
-          irigasi
-          tumpangsari
(2)   menghindari erosi dapat dilakukan dengan cara
-          reboisasi
-          membuat sengkedan/terasiring
-          memperbaiki pengairan
d.      pengawetan hutan
dilakukan dengan cara:
-                                                    penebangan hutan secara selektif disertai reboisasi
-                                                    mencegah kebakaran hutan
-                                                    sistem komunikasi yang baik untuk meningkatkan pengawasan hutan
e.       perlindungan suaka alam
adalah daerah untuk perlindungan dan pelestarian bagi tumbuhan, hewan dan habitatnya. Dibagi menjadi dua
1.  margasatwa
adalah perlindungan terhadap hewan dan habitatnya. Dapat dilakukan dengan cara:
(1)   pengawasan terhadap perburuan liar
(2)   memelihara dan membiakkan hewan yang hampir punah.
Beberapa contoh margasatwa yang dilindungi di Indonesia ;
-          orang hutan di pulau kalimantan dan sumatera
-          komodo di pilau komodo dan Flores
-          tapir dan tenuk di pulau Sumatera dan Kalimantan
-          burung cendrawasih di Papua
-          rusa atau menjangan di pulau Kalimantan, sumatera, jawa, sulawesi, maluku
-          baluran di Jawa Timur
2.      cagar alam
adalah suatu daerah yang dilindungi pemerintah agar tidak terjadi gangguan terhadap tumbuhan dan lingkungan abiotiknya. Misal :
-          Raflesia di Bengkulu
-          Gunung Krakatau di Lampung
-          Kawah Ijen di Jawa Timur

Daftar Pustaka

  1. Modul IPA paket dua Puji Asputro, Spd
  2. Internet
  3. IPA untuk SMK LP2IP jilid III
  4. IPA untuk SMK LP2IP jilij IIB
  5. Lingkungan Hidup untuk SMK PPPGT/VEDC Malang
  6. Ilmu Lingkungan Airlangga University Press Agoes Soegianto
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar