Sahabat-sahabatku muslim muslimah...
Tatkala
ucapan janji dalam akad nikah telah terikrar, maka senyum pun terbingar dengan
indahnya, hati senang tiada tara, air mata kebahagiaan pun menetes dengan
redupnya, karena asa yang diimpikan untuk berjalan dalam syariah suci telah
terjalani.
Sang
ikhwan berdiri sebagai suami yang gagah rupawan, dengan membawa banyak harap
yang telah tertanam dalam benakdiri, dengan tersenyum malu dia pun menghampiri
sang istri yang kini telah dipersuntingnya. Maka coba tanyakan padanya, apakah
dadanya gemuruh bak ombak besar di laut, karena hendak mendatangi bidadarinya
saat ini? Maka pancaran merona kebahagian pun terlihat nyata. Itulah kebahagian
yang sangat luar biasa, hanya mereka yang sanggup menahan kesucian dan nafsunya
yang akan merasakan perasaan itu. Bukan mereka yang mengumbar nafsu dengan
pacaran, tidak akan mungkin bisa merasakan‘sensasi’ itu.
Barokallah laka! Menghantarkan sang suami kelak
menjadi suami selembut dan berkasih sayang bak Nabi Muhammad SAW sang
Rosululloh, menjadikan dia ayah sebijak Luqmanul Hakim, menjadikan, kakek
setegar Nabi Ibrahim AS yang kelak anak cucunya menjadi penerus para anbiya
insya Allah.
Sedangkan
sang istri yang berparas cantik bak ratu Bilqis pun, terhias dengan menawan,
busana muslimah nan syar’i tergambar apik, wajahnya tertunduk malu, terlintas
dalam benak dada, menaruh harap, karena telah datang suami yang kelak akan
menjadi Qowwam dalam keluarganya. Yang sanggup mendekap saat terdinginkan
keadaan, yang siap menopang saat terlesukan suasana, dan menjaga serta
membimbing kala terkalutkan rasa. Sungguh dengan selalu taat dalam kemakrufan
kepada suami tercinta, adalah kunci dari kebahagian mahligai untuk selamanya.
Maka
tatkala kedua pasutri (pasangan suami-istri) masuk dalam kamar cinta pengantin,
mereka sungguh saat itu mawar qolbu memekar dengan harumnya, gemetar rasa
gambarkan kebahagian, tiada terkata indahnya saat itu. Tatkala sang suami
memandang dengan rasa kehalalan untuk pertama kali, sang istri membalas dengan
pandangan cinta penuh dengan pesona, teriring senyum cerah sembari bersalaman
dengan suami, dan dicium lah telapak tangan sebagai bukti kehalalan. Sontak
suami pun mengecup kecing tanda kasih saying yang terungkapkan, merekapun
berdekap dengan dekapan cinta dan kemesraan, dalam suasana indah tersebut
mereka berkata (dalam hati) “Indahnya hari ini (dan seterusnya) setelah kian
lama aku menahan rasa ini, kini tiba kebahagian dalam keberkahan dalam biangkai
halal untuk luapkan keinginan fitroh manusiawi”.. (aduh….jadi iri banget tahu
kalau di bayangkan),
Barokallah laka! Membentuk sang istri secerdas Aisyah
ra, setegar ibunda Siti Hajar, kuat dalam godaan bak Maryam dan penopang dakwah
suami bagai ibunda Khadijah ra. Insya Allah.
Barokallah
laka! Menghantarkan sang suami kelak menjadi suami selembut dan berkasih sayang
bak Nabi Muhammad SAW sang Rosululloh, menjadikan dia ayah sebijak Luqmanul
Hakim, menjadikan, kakek setegar Nabi Ibrahim AS yang kelak anak cucunya
menjadi penerus para anbiya insya Allah.
Barokallah
laka! Membentuk sang istri secerdas Aisyah ra, setegar ibunda Siti Hajar, kuat
dalam godaan bak Maryam dan penopang dakwah suami bagai bunda Khadijah ra.
Insya Allah.
Benarlah
apa yang di wahyukan Allah SWT dalam Al Quran surat An Nuurr ayat 26:
“Wanita
yang kotor adalah untuk lelaki yang kotor, dn laki laki yang kotor hanyalah
untuk wanita yang kotor, wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan
laki laki yang baik hanyalah untuk wanita yang baik” (QS
An-Nuur: 26).
Hanyalah
Untuk Mereka yang Kuat Bertahan
![]() |
| Indahnya kebersamaan usai menikah |
Apa yang
tergambarkan di atas, adalah sebuah potret kebahagiaan pengantin, di mana
mereka berhasil menjaga hasrat mereka di saat masih perjaka dan gadis. Gak ada
rumus pacaran, gak ada jadwal ngapel (berkunjung –red), gak kenal jalan berdua,
apa lagi sampai nonton bioskop bareng setelah kajian, aduh…nggak deh.. Semua
itu harus kita jauhi, karena keberkahan dalam sebuah pernikahan itu harus
diawali dengan keberkahan dalam pencarian. Cara mencari jodohnya harus
halal,gak main asal-asalan.
Dan yang
lebih dasyat lagi, bagi mereka yang mencoba bermain kotor saat mencari jodoh,
maka tak mungkinmereka akan merasakan keindahan dipandangan pertama
sebagimana para ikhwan dan akhwat yang berhasil menjaga nafsunya.
Sunguh
indah dan indah tak tergamparkan, kecuali mereka yang benar-benar menjaga
kesuciannya. Dan sangatlah rugi dan begitu rugi jikalau mereka telah mencuri start
untuk menculik kenikmatan sesaat, selain karena tak merasakan kebahagian
sejati, dia juga diancam dengan siksa neraka yang telah disiapkan karena telah
mendekati zina, dan itu adalah haram semata.Maka indahnya dan barokahnya
pandangan pertama hanya dihadiahkan bagi mereka yang berhasil menjaga kesucian
syariah tanpa pelanggaran. Inilah barokallahlaka!
Everyone
Wants to Succeed
Bila kita
berbicara tentang pernikahan, tentulah setiap pasangan pengantin akan berkata
“Kami ingin keluarga kami sakinah mawadah warrahmah sampai tua nanti”, iya
bukan? Bagi siapa saja hal itu adalah maklum dan pantaskarena setiap orang
ingin kesuksesan. Everyone wants to Succeed!
Lalu
pernahkan Anda ditanya oleh seseorang, apakah anda sudah sukses hari ini? Atau
sudahkah keluarga anda bahagia? Atau apakah anda merasa keluarga anda sakinah?
Atau pertayaan lainnya yang serupa.
Maka
ketauhilah, pertanyaan itu semua adalah menjadi pemetik api kesuksesan yang
akan menghantarkan keluarga kita menuju impian yang kita cita-citakan.Seorang
pakar konsultan keluarga pernah berkata, titik inti untuk menjadikan keluarga
kita menjadi bahagia serta sungguh-sunguh dalam mengejar asa bersama, demi
terwujudnya sebuah keluarga yang sakinah mawadah dan rahmah itu terletak pada
kesungguhan kita dalam memegang janji suci yang kita ikrarkan.Allah berfirman:
“Diantara
orang orang mumin itu ada orang yang Benar, menepatiapa yang mereka janjikan
kepada allah, maka di antara mereka ada yang gugur, dan diantara mereka ada
juga yang menunggu-nunggu, dan mereka sedikitpun tidak berubah” ( QS Al
Ahzab:23).
Ayat ini
memang membahas tentang kondisi para mujahid dalam membela agama Allah dalam
memegang janji suci, tapi saya ingin mengajak antum semua untuk berbicara lebih
umum saja.
Bahwasanya
ada orang yang jujur (shidqun) dalam memegang janjidan diantaranya adalah
adanya para suami yang selalu faham akan janji yang mereka ucapkan demi
kebahagian keluarga.Berpegang pada janji itu membutuhkan sebuah power fuul
karena tak mudah untuk eksis dalam sebuah kebenaran apalagi membina sebuah
mahligai sakinah.
Arnold
Scwarzenegger, salah seorang aktor hollywood pernah berkata: “Sebuah
kekuatan tidak lahir dari sebuah kekuatan. Perjuangan anda sesungguhnya
mengembangkan kekuatan yang ada dalam diri anda, ketika anda menghadapi
kesulitan dan memutuskan untuk terus maju tanpa menyerah, itulah yang disebut
sebuah kekuatan”
Menjalankan
roda sakinah butuh sebuah perencanaan yang matang, maka berpegang pada shidqun
adalah kunci dari keberhasilan.
Saat
Tatapan Mata Keberkahan Begitu Menggoda
Bak raja
sehari, itulah ungkapan yang mashur di nusantara ini bagi para pengantin.
Kebahagian yang tersiar di hari itu membuat banyak mata berbingar karena dua
sejoli menyatu dalam mahligai halal keberkahan.
Ada dzikrulah
dengan sholat dua rokaat tanda syukur keberkahan, ada adegan kasih sayang
saling menyuap dengan buah dan air susu. Serta ada rayuan sang pangeran yang
mulai berani menggoda, serta ada sang ratu yang kian memanja
Mata
memandang, senyuman menggoda, ada lirikan tajam dan suara dehem yang
berisyarat, hantarkan dua sejoli yang halal dalam tatapan mata tertajam panah
hasrat yang lama tersimpan. Tawa kecil mulai terdengar, ada cubitan cinta tanda
malu yang tak terkira, karena dua sejoli yang beriman belum pernah
merasabagaimana indahnya duduk berdua, saat pundak harus tersenggol, dan jari
tangan saling mengikat, dan kaki saling menginjak nakal.
Ada dzikrulah dengan sholat dua rokaat tanda syukur
keberkahan, ada adegan kasih sayang saling menyuap dengan buah dan air susu.
Serta ada rayuan sang pangeran yang mulai berani menggoda, serta ada sang ratu
yang kian memanja.
Semua
adalah keberkahan yang tiada terkira di awal jumpa. sungguh indah sebuah
pernikahan yang sesuai sunah dan jalan yang halal. [Protonema/voa-islam.com]
Sumber :
http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2014/09/12/32809/voaislamic-parenting-23-sejak-pandangan-pertama-barokah-itu-telah-hadir/#sthash.x7fpdkES.dpbs




Tidak ada komentar:
Posting Komentar