Kamis, 05 Desember 2013

Sistem Ekskresi Pada Manusia




SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
Berdasarkan zat yang dibuang, proses pengeluaran pada manusia dibedakan menjadi :
Defekasi : pengeluaran zat sisa hasil pencernaan ( fases ) , Ekskresi : pengeluaran zat sisa hasil metabolisme ( CO2 , keringat , urine ), Sekresi : pengeluaran zat yang masih berguna bagi tubuh ( enzim & hormon ).
Sistem ekskresi adalah sistem pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang tidak berguna bagi tubuh dari dalam tubuh, seperti : menghembuskan gas CO2 ketika kita bernafas, berkeringat , buang air kecil ( urine ). Pada sistem ekskresi, sisa-sisa metabolisme diserap dari darah, kemudian diproses dan akhirnya dikeluarkan melalui alat-alat ekskresi.
Alat-alat ekskresi terdiri dari :
1.      Ginjal ,
2.      Kulit ,
3.      Hati ,
4.      Paru-paru ,

1.  Ginjal 



Ginjal merupakan alat ekskresi pada manusia yang paling utama. Bentuknya menyerupai kacang merah. Manusia memiliki sepasang ginjal yang terletak di depan sebelah kiri dan kanan tulang belakang bagian pinggang. Ginjal kiri biasanya berukuran lebih besar dari ginjal kanan, karena ginjal kanan terdesak oleh hati. Di orang dewasa berat ginjal kurang lebih 200 gram.
           
Dari masing-masing ginjal dikeluarkan zat sisa penyaringan berupa urine yang dialirkan melalui ureter menuju ke ksndung kemih ( vesika urinaria ), kemudian melalui uretra dikeluarkan dari tubuh. Urine normal yang normal mengandung air, urea , garam-garam ( khususnya garam dapur ) dan zat warna empedu. Zat empedu memberikan warna kuning pada empedu.
            Selain sebagai alat ekskresi, ginjal juga mempunyai fungsi :
-          Menyaring darah sehingga menghasilkan urine,
-          Membuang zat-zat yang membahayakan tubuh ( urea , asam urat ) ,
-          Membuang zat-zat yang berlebihan dalam tubuh ( kadar gula ) ,
-          Mempertahankan tekanan osmosis cairan ekstraseluler ,
-                      Mempertahankan keseimbangan asam dan basa.Ginjal tersusun dari 3 lapisan : Kulit ginjal ( korteks ) yang berwarna merah tua , Sum-sum ginjal / medulla yang berwarna lebih pucat, Rongga ginjal ( piala ginjal ) merupakan rongga penghubung ginjal dengan ureter.
            Pada bagian kulit ginjal, terdapat jutaan nefron yang berfungsi sebagai penyaring darah. Setiap nefron tersusun dari Badan Malpigi dan Tubulus ( saluran panjang yang berkelok-kelok ). Badan Malpigi tersusun ats Kapsula Bowman yang didalamnya terdapat glomelurus. Tubulus terdiri dari 4 bagian : Tubulus Kontortus Proksimal, Lengkung Henle, Tubulus Kontortus Distal, dan Tubulus Kolektivus.
            Proses pembentukan urine ada 3 : Filtrasi ( penyaringan ), Rabsorpsi ( penyerapan kembali zat-zat yang berguna bagi tubuh) , dan Augmentasi ( pengeluaran zat-zat yang tidak berguna lagi untuk tubus ).
            Prose pembentukan urine :
v  Filtrasi darah di dalam glomelurus menghasilkan filtrate glomelurus ( urine primer ). Urine primer di reabsorpsi didalam Tubulus Konturtus Proksimal untuk menyerap zat-zat yang masih berguna bagi tubuh, Dihasilkan filtrate tubulus ( urine sekunder). Urine sekunder di Augmentasi didalam tubulus konturtus distal menghasilkan urine. Dalam keadaan normal, urine mangandung air, urea, amonia, garam mineral, zat warna empedu, vitamin, obat-obatan dan hormon glomelurus. Pembuluh kapiler Arteri ginjal vena ginjal ureter adalah saluran pembawa hasil penyaringan konturtus.
Jumlah urine normal setiap harinya kurang lebih 1,5 L. Produksi urine dalam tubuh dipengaruhi oleh faktor-faktor : Sekret hormone antideuritik ( ADH ) , jumlah air yang diminum , dan faktor suhu lingkungan. Kantung urine dapat menampung urine sampai 300 cc. pengeluaran urine diatur oleh otot sfinkiter.
Ginjal manusia dapat mengalami gangguan karena berbagai sebab. Beberapa jenis kelainan dan penyakit pada ginjal :
a.   Batu ginjal
Batu ginjal dapat terbentuk karena pengendapan garam kalsium didalam rongga ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih. Batu ginjal berbentuk Kristal yang tidak bisa larut dan mengandung kalsium oksalat, asam urat, dan Kristal kalsium fosfat. Penyebabnya adalah karena terlalu banyak mengkonsumsi air. Batu ginjal tersebut lebih lanjut dapat menimbulkan hidronefrosis. Hidronefrosis adalah membesarnya salah satu ginjal karena urine tidak dapat mengalir keluar. Hal itu akibat penyempitan aliran ginjal atau tersumbat oleh batu ginjal.
b.   Glukosuria
Glukosuria adalah penyakit yang ditandai adanya glukosa dalam urine. Penyakit tersebut sering juga disebut penyakit gula atau kencing manis ( diabetes mellitus ). Kadar glukosa dalam darah meningkat karena kekurangan hormone insulin. Nefron tidak mampu menyerap kembali kelebihan glukosa, sehingga kelebihan glukosa dibuang bersama urine.
                                   
                                                 
c.   Nefritis
Nefritis adalah kerusakan bagian glomelurus ginjal akibat alergi racun kuman. Nefritis biasanya disebabkan adanya bakteri Streptococcus.

d.   Albuminuria
Albuminuria adalah penyakit yang ditunjukkan oleh adanya molekul albumin dan protein lain dalam urine. Penyebabnya karena adanya kerusakan pada alat filtrasi.

e.   Hematuria
Hematuria adalah penyakit yang ditandai adanya sel darah merah dalam urine. Penyakit tersebut disebabkan adanya peradangan urinaria atau karena iritasi akibat gesekan batu gin jal.

2.  Kulit 

Kulit ( integument ) merupakan lapisan terluar bagian tubuh. Setelah kita berolahraga, kulit kita menjadi basah, sebab cairan yang dikeluarkan oleh kulit berupa keringat. Keringat merupakan zat sisa metabolisme dari air, garam, dan mineral, karena itu kulit termasuk organ ekskresi.
 
Selain sebagai organ ekskresi, kulit memiliki fungsi :
§  Sebagai organ pelindung,
§  Penerima rangsang,
§  Pengatur suhu tubuh,
§  Penyimpanan tempat pembuatan vitamin D.air dan lemak.
            Kulit merupakan bagian terluar dari tubuh kita. Kulit terdiri dari 3 lapisan :
 Lapisan Ari ( Epidermis ) , Lapisan Jangat ( Dermis ) , Jaringan Ikat Bawah.
1.       Lapisan Ari ( epidermis )
Lapisan ari atau epidermis tersusun atas lapisan tanduk dan lapisan Malpigi. Dalam lapisan tanduk terdapat sel-sel mati dan mudah mengelupas. Selain itu, lapisan tanduk berfungsi untuk mencegah masuknya kuman dan penguapan yang berlebihan. Pada lapisan Malpigi terdapat pigmen kulit yang berfungsi sebagi pelindung dari sinar matahari.
2.     Lapisan jangat ( Dermis )
Pada lapisan ini terdapat akar rambut, kelenjar keringat, kelenjar minyak, pembuluh darah, pembuluh getah bening, ujung saraf serta pigmen warna kulit. Fungsi dari pembuluh saraf dan getah bening adalah untuk memberi makanan pada akar rambut dan mengambil zat-zat sisa.
3.     Jaringan Ikat Bawah
Jaringan ikat bawah adalah lemak yang tebal yang berfungsi untuk melindungi bagian tubuh yang ada dibawahnya ( seperti otot dan tulang ).
Kelainan atau penyakit pada kulit   :
1.        Eksim atau dermatitis
Eksim adalah istilah kedokteran untuk kelainan kulit yang mana kulit tampak meradang dan iritasi. Keradangan ini bisa terjadi dimana saja namun yang paling sering terkena adalah tangan dan kaki. Jenis eksim yang paling sering dijumpai adalah eksim atopik. Gejala eksim akan mulai muncul pada masa anak-anak terutama saat mereka berumur 2 tahun. Pada beberapa kasus, eksim akan menghilang dengan bertambahnya usia, namun tidak sedikit pula yang akan menderita seumur hidupnya. Dengan pengobatan yang tepat, penyakit ini dapat dikendalikan dengan baik sehingga mengurangi angka kekambuhan.
2.       Simptom
Sejenis penyakit yang disebabkan tungau, disebut SCABIES, termasuk penyakit  kulit yang sangat menular lewat kontak dengan kulit atau tidur diranjang yang sama atau menggunakan handuk yang sama dengan orang yang terinfeksi. Ruam merah gatal pada kulit adalah reaksi alergi terhadap tungau.
3.       Kusta / lepra / Penyakit Morbus Hansen
Penyakit Hansen adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri  mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulumatosa  pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernafasan atas dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progesif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota mata, dan mata. Tidak seperti mitos yang beredar di masyarakat, kusta tidak menyebabkan pelepasan anggota tubuh yang begitu mudah, seperti pada penyakit tzaraath , yang digambarkan pada alkitab dan sering disamakan dengan kusta.
4.       Jerawat ( acne )
Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-porib kulit. Daerah yang mudah terkena jerawat adalah di muka, dada, punggung dan tubuh bagian atas lengan.
            Peradangan pada kulit terjadi jika kelenjar minyak memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan sehingga terjadi penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dan pembentukan komedo (whiteheads) dan seborhoea. Apabila sumbatan membesar, komedo terbuka (blackheads) muncul sehingga terjadi interaksi dengan bakteri jerawat,.
            Munculnya jerawat sering terjadi pada masa pubertas antara usia 14-19 tahun yang disebabkan oleh perubahan hormone pada remaja. Deteksi jerawat sejak dini sangat sulit sebab sebalum masa pubertas kulit anak akan mengalami pengelupasan tiga minggu sekali. Sedangkan ketika renmaja, kulit mengelupas empat minggu sekali.
        Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 85% populasi mengalami jerawat pada usia 12-25 tahun, 15% populasi mengalaminya hingga usia 25 tahun. Jika tidak teratasi dengan baik, gangguan jerawat dapat menetap hingga usia 40 tahun.

3.  Hati  

Hati merupakan kelenjar terbesar yang ada di dalam tubuh. Beratnya kira-kira 2kg pada orang dewasa dan warnanya merah tua, karena mengandung banyak pembuluh darah. Hati terletakdalam rongga perut, dibawah sekat rongga dada sebelah kanan melebar ke kiri dan menutupi sebagian lambung.
            Sebagai alat ekskresi, hati mengeluarkan zat sisa zat sisa pembongkaran sel darah merah, yaitu zat warna empedu. Zat warna empedu dikumpulkan dalam kantung empdu, lalu dikeluarkan ke usus 12 jari melalui saluran empedu, dan selanjutnya keluar dari tubuh bersama tinja. Zat warna empedu (bilirubin dan biliverdin ) yang berwarna hijau biru  ini selanjutnya dioksida lagi menjadi urobillin yang berwarna kuning cokelat. Warna inilah yang umumnya member warna pada tinja dan urine.
            Selain sebagai alat ekskresi, hati juga berfungsi sebagai :
a)      Menghasilkan empedu (bilus) yang mengandung zat sisa dari pembongkaran eritosit di dalam limpa hati,
b)      Mengatur kadar gula darah,
c)      Tempat pembentukan urea dari ammonia,
d)     Menawarkan racun,
e)      Memberikan vitamin A dari provitamin A,
f)       Tempat pembentukan fibrinogen protrombim.
Hati dapat mengalami kelainan atau pun penyakit, yaitu :
                                            i.            Radang hati / hepatitis
Peradangan pada hati, dapat disebabkan karena minum alkohol berlebihan dan penyalahgunakan obat-obatan atau terlalu banyak dosis. Bisa juga terinveksi virus hepatitis yang dapat menyebabkan komplikasi pada organ hati.
                                          ii.            Penyakit kuning ( Jaundice )
Penderita baik dewasa maupun anak-anak denga kulit dan mata yang kuning. Sakit kuning merupakan gejala awal pada gangguan fungsi liver (hati), penyumbatan saluran empedu atau disebabkan obat-obatan yang menganggu fungsi hati. Atau pada saat adanya gabgguan metabolisme bilirubin (substansi yang diproduksi pecahan sel darah marah).
Ø  Gejalanya        : warna kulit yang timbul pada mata dan kulit. Disertai demam,
   Cepat lelah dan pusing, serta dapat juga pingsan.
Ø  Penyebabnya   : warna kuning yang timbul pada mata dan kulit disebabkan karena    meningkatnya bilirubin dalam tubuh sehingga menganggu kerja organ hati.


                                        iii.            Sirosis hati ( Pengerasan Organ Hati )
Penyakit hati kronik yang dianggap dalam dunia kedokteran penyakit irreversible, ditandai dengan kerusakan pada jaringan hati. Namun masih dapat diusahakan perbaikan untuk menunda proses kerusakan lebih lanjut.
Ø  Gejalanya
-          Perut kembung, banyak angin di perut, nyeri pada daerah ulu hati,
-          Perut mengeras dan membesar,
-          Demam dan meriang , serta sulit bergerak.
Ø  Penyebabnya
-          Kerusakan pada sel hati karena kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan dan minuman beralkohol,
-          Infeksi oleh virus atau bakteri,
-          Adanya sel tumor atau kanker yang semakin merusak jaringan sel hati sehingga menghambat kerja organ liver,
-          Penumpikan racun dalam tubuh yang berlebihan.

4.  Paru-paru 
 

Manusia memiliki sepasang paru-paru yang terletak di rongga dada. Paru-paru berfungsi sebagai organ pernafasan yaitu menghirup oksigen dan mengeluarkan karbondioksida ( CO2 ) + uap air . CO2  berdifusi di dalam alveolus kemudian dikeluarkan. Selain termasuk dalam respirasi, paru-paru juga termasuk dalam system ekskresi, karena setelah kita menghirup oksigen(O2), terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida di paru-pru, tepatnya di alveolus.
Paru-paru dapat mengalami gangguan atau penyakit , seperti :
a.       Asma atau sesak nafas
Asma adalah kelainan pada paru-paru yang disebabkan karena penymbatan pada saluran pernafasan yang diantaranya disebabkan oleh alergi terhadap rambut, bulu, debu atau tekanan psikologis.
b.      Kanker paru-paru
Kanker paru-paru adalah gangguan pada paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penyebab yang lai adalah banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum dan radiasi ionisasi. Kelainan ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru.
c.       Emphysema
Emphysema adalah penyakit pembekkan paru-paru karena pembuluh darahnya terisi udara.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar