Harddisk merupakan
media penyimpan yang didesain untuk dapat digunakan menyimpan data dalam
kapasitas yang besar. Hal ini dilatar belakangi adanya program aplikasi yang
tidak memungkinkan berada dalam 1 disket dan juga membutuhkan media penyimpan
berkas yang besar misalnya database suatu instansi.
Tidak hanya itu,
Harddisk diharapkan juga diimbangi dari kecepatan aksesnya. Kecepatan Harddisk
bila dibandingkan dengan disket biasa, sangat jauh. Hal ini dikarenakan
Harddisk mempunyai mekanisme yang berbeda dan teknologi bahan yang tentu saja
lebih baik dari pada disket biasa. Bila tanpa Harddisk, dapat dibayangkan
betapa banyak yang harus disediakan untuk menyimpan data kepegawaian suatu
instansi atau menyimpan program aplikasi.
Sejarah Perkembangan
Harddisk
Harddisk pada awal
perkembangannya didominasi oleh perusahaan raksasa yang menjadi standard
komputer yaitu IBM. Ditahun-tahun berikutnya muncul perusahaan-perusahaan lain
antara lain Seagate, Quantum, Conner sampai dengan Hewlet Packard’s di tahun
1992. Pada awalnya teknologi yang digunakan untuk baca/tulis, antara head
baca/tulisnya dan piringan metal penyimpannya saling menyentuh.
Tetapi pada saat ini
hal ini dihindari, dikarenakan kecepatan putar Harddisk saat ini yang tinggi,
sentuhan pada piringan metal penyimpan justru akan merusak fisik dari piringan
tersebut.
Dilihat dari tahun 1984
sampai dengan 2006 mendatang, perkembangan teknologi penyimpanan data
berkembang cepat. Mulai dari ukuran mikro untuk penggunaan laptop sampai ukuran
normal untuk penggunaan PC Desktop.
2) VGA (Video Graphics Adapter)
VGA (Video Graphics
Adapter), adalah standar tampilan komputer analog. VGA juga bisa diartikan
sebagai komponen yang tugasnya menghasilkan visual dari komputer dan hardware
yang memberikan perintah kepada monitor untuk menampilkan keluaran visual yang
dapat kita lihat.
Perkembangan VGA tahun
1980
Pada sebuah PC ada 3
komponen yang sangat berperan penting dalam hal kinerja grafis: prosesor,
memori, dan kartu VGA. VGA (Video Graphics Adapter), adalah standar tampilan
komputer analog. VGA juga bisa diartikan sebagai komponen yang tugasnya
menghasilkan visual dari komputer dan hardware yang memberikan perintah kepada
monitor untuk menampilkan keluaran visual yang dapat kita lihat. VGA pertama
kali dipasarkan pada tahun 1987 oleh IBM (International Bushiness Machines
Corporation) disingakat menjadi IBM. NYSE IBM adalah salah satu perusahaan AS
yang membuat/memproduksi perangkat keras dan perangkat lunak. IBM didirikan
pada 15 Juli 1911 dan beroprasi pada tahun 1888 yang berpusat di
Armonk, New York, AS. VGA terdiri atas dua jenis, yaitu:
a)
VGA onboard
VGA onboard adalah
unit pemroses yang telah menyatu pada motherboard, maka VGA card tidak diperlukan
lagi. Keberadaan chipset VGA onboard ini tidaklah bersifat tetap karena VGA
onboard ini dapat diatur untuk tidak aktif jika user ingin memasang VGA card
yang diinginkannya. Sejak IBM PC lahir pada tahun 1981 nyaris semua
PC mempunyai memori
terpisah untuk frame buffer, yaitu block memori dimana gambar yang keluar di
layar monitor dipetakan. Ini bukan masalah bagi sistem yang memiliki video
monochrome bebasis karakter. Karena frame buffer yang diperlukan hanya 2 KB.
Tetapi GUI
(Graphical User Interface)
yang berbasis modern yang memerlukan layar bit mapped yang bersolusi tinggi dan
warna sejati sangat rakus memori.Layar beresolusi 640 x 480 pixel dengan warna
8 bit meminta frame buffer sebesar 300 KB, sementara layar beresolusi 1024 x
768 pixel dengan warna 24 bit memerlukan memori sebesar 2,25 MB. Frame buffer
yang dedicated , berukuran tetap. Tidak perduli mode layar yang sedang
digunakan frame buffer harus mampu mengakomodasi resolusi paling tinggi dan
kedalaman warna terbaik yang dapat didukungnya. Software tidak bias
memanfaatkan memori sisa dari frame buffer walaupun yang digunakan adalah
resolusi rendah
dan 16 warna. Ini
penyebabnya oleh cara pemaketan Video dan konfigurasinya dalam sub sistem
grafis yang khusus. Dengan demikian, ber-Mega-mega byte memori tersia-siakan.
UMA (Unified Memori Architecture) menyatukan frame buffer dengan memori utama.
b)
VGA bukan onboard
(dengan kartu VGA)
Sejak sistem PC IBM
pertama, didalam computer pasti ada unit kartu grafis, entah itu CGA, EGA, MCGA
, VGA, atau yang lain. Dengan
menggunakan kartu VGA
bukan onboard maka akan didapatkan kinerja yang lebih baik daripada sistem yang
menggunakan UMA (Unified Memori Architecture). Jika dulu sebuah kartu grafis 8
bit dengan memori 512 KB yang dapat menampilkan 256 warna pada resolusi 640 X
480 sudah cukup, maka sekarang tidak lagi. Kebutuhan minimal untuk komputer
multimedia adalah kartu grafik 64 bit dengan memori 1 MB.
Sejarah Perkembangan
3D Graphics
Saat ini teknologi
sudah semakin maju dan berkembang, para developer-developer GPU (Graphics
Processing Unit) mulai meningkatkan kemampuan mereka dalam menghasilkan sebuah
vg card yang bagus. Berikut perkembangan VGA sampai sekarang:
S3 ViRGE
Kepanjangan dari
“ViRGE adalah VirtualReality Graphics Engine”, vga ini merupakan generasi
pertama yang telah menggunakan teknologi 3D grafik. S3 ViRGE memiliki spec. 64-
bit menawarkan 4 MB memory onboard, core dan memory clockspeeds up to 66 MHz,
dan juga telah mendukung fitur-fitur seperti Bilinear dan Trilenear texture
filtering, MIP mapping, Alpha blending, Zbuffering dan 3D tekstur lainnya.
ATI RAGE 3D & RAGE
II
ATI RAGE II memiliki
spec. 32-bit memory bus, dan memorynya hanya 2 MB. Karena kelemahan yang ada
pada ATI RAGE 3D maka dibuatlah lagu seri ke-2nya yang diberi nama RAGE II yang
memiliki spec. 8 MB SDRAM, 64- bit memory bus, memory clockspeeds up to 60 MHz,
serta mendukung kemampuan untuk memutar DVD Playback.
NVIDIA NV3
VGA ini adalah buatan
pertama dari Nvidia, vga ini juga dibuat dengan desain teknologi Microsoft’s
DirectX 5 API. NVIDIA NV3 memiliki spec. 4 MB memory, 100 MHz core clockspeeds,
bandwith 1.6 GB/s, 206 MHz RAMDAC dan mendukung AGP 2x.
NVIDIA NV4
VGA ini merupaka
penerus dari NVIDIA NV3,namun NVIDIA NV4 tidak ada penambahan yamh signifikan
dalam spec. seperti memory maksimum ditambah menjadi 16 MB dan mempunyai
clockspeeds pada 110 MHz, tetapi Nvidia manambahkan beberapa kemampuan pada
NVIDIA NV4 seperti teknologi “second pixel pipeline”, 32- bit true colors, dan
fitur Trilinear filtering.
NVIDIA GEFORCE 256
VGA Nvidia ini
memiliki kecepatan performa 2 kali lebih cepat daripada seri-seri sebelumnya,
vga ini memiliki spec. DirectX 7, 4-pixel Rendering pipeline dan sebuah fitur
bernama “cube environment mapping” yaitu yang gunanya untuk menciptakan efek
real time reflection.
NVIDIA GEFORCE SERIES
2
Ini merupakan vga
Nvidia pertama yang menghadirkan fitur baru, yaitu pixel shader dengan sebutan
“Nvidia Shading Rasterizer (NZR)”.
ATI RADEON R520
VGA ini menghadirkan
spec. memory yang lebih efisien, kualitas image yang lebih baik dan performa
yang optimal. Selain itu vga ini memiliki fitur seperti kemampuan High Dynamic
Range (HDR) lighting.
NVIDIA GEFORCE 9
SERIES
VGA ini merupakan
keluaran dari Nvidia yang paling populer dikalangan masyarakat, karena termasuk
vga “High End” dan yang paling terkenal yaitu NVDIA GEFORCE 9800 GTX yang
memiliki 128 stream Processor, dan 256-bit memory bus.
NVIDIA GEFORCE 200
SERIES
VGA ini memiliki
chipset keluaran terbaru dari Nvidia berhasil memaukkan 1.4 billion transistor
ke dalam GPU. VGA ini juga merupakan seri Nvidia yang paling terkencang dan
kemampuan yang powerful.
3) Processor
Processor adalah
sebuah IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer dan
digunakan sebagai pusat atau otak dari komputer yang berfungsi untuk melakukan
perhitungan dan menjalankan tugas. Processor terletak pada socket yang telah
disediakan oleh motherboard, dan dapat diganti dengan Processor yang lain
asalkan sesuai dengan socket yang ada pada motherboard. Salah satu yang sangat
besar pengaruhnya terhadap kecepatan komputer tergantung dari jenis dan
kapasitas Processor.
Sejarah Perkembangan
MikroProcessor. Dimulai dari
sini :
1971 : 4004 Microprocessor
Pada tahun 1971
munculah Microprocessor pertama Intel Microprocessor 4004 ini digunakan pada
mesin kalkulator Busicom. Dengan penemuan ini maka terbukalah jalan untuk
memasukkan kecerdasan buatan pada benda mati.
1972 : 8008 Microprocessor
Pada tahun 1972
munculah Microprocessor 8008 yang berkekuatan 2 kali lipat dari pendahulunya
yaitu 4004.
1974 : 8080 Microprocessor
Menjadi otak dari
sebuah komputer yang bernama Altair, pada saat itu terjual sekitar sepuluh ribu
dalam 1 bulan
1978 : 8086-8088 Microprocessor
Sebuah penjualan
penting dalam divisi komputer terjadi pada produk untuk komputer pribadi buatan
IBM yang memakai prosesor 8088 yang berhasil mendongkrak nama intel.
1982 : 286 Microprocessor
Intel 286 atau yang
lebih dikenal dengan nama 80286 adalah sebuah Processor yang pertama kali dapat
mengenali dan menggunakan software yang digunakan untuk Processor sebelumnya.
1985 : Intel386™ Microprocessor
Intel 386 adalah
sebuah prosesor yang memiliki 275.000 transistor yang tertanam diprosessor
tersebut yang jika dibandingkan dengan 4004 memiliki 100 kali lipat lebih
banyak dibandingkan dengan 4004
1989 : Intel486™ DX CPU Microprocessor
Processor yang
pertama kali memudahkan berbagai aplikasi yang tadinya harus mengetikkan
command-command menjadi hanya sebuah klik saja, dan mempunyai fungsi komplek
matematika sehingga memperkecil beban kerja pada Processor.
1993 : Intel® Pentium® Processor
Processor generasi
baru yang mampu menangani berbagai jenis data seperti suara, bunyi, tulisan
tangan, dan foto.
1995 : Intel® Pentium® Pro Processor
Processor yang
dirancang untuk digunakan pada aplikasi server dan workstation, yang dibuat
untuk memproses data secara cepat, Processor ini mempunyai 5,5 jt transistor
yang tertanam.
1997 : Intel® Pentium® II Processor
Processor Pentium II
merupakan Processor yang menggabungkan Intel MMX yang dirancang secara khusus
untuk mengolah data video, audio, dan grafik secara efisien. Terdapat 7.5 juta
transistor terintegrasi di dalamnya sehingga dengan Processor ini pengguna PC
dapat mengolah berbagai data dan menggunakan internet dengan lebih baik.
1998 : Intel® Pentium II Xeon® Processor
Processor yang
dibuat untuk kebutuhan pada aplikasi server. Intel saat itu ingin memenuhi
strateginya yang ingin memberikan sebuah Processor unik untuk sebuah pasar
tertentu.
1999 : Intel® Celeron® Processor
Processor Intel
Celeron merupakan Processor yang dikeluarkan sebagai Processor yang ditujukan
untuk pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kinerja Processor yang lebih
cepat bagi pengguna yang ingin membangun sebuah system computer dengan budget
(harga) yang tidak terlalu besar. Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk
dan formfactor yang sama dengan Processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya
dengan instruksi-instruksi yang lebih sedikit, L2 cache-nya lebih kecil,
kecepatan (clock speed) yang lebih lambat, dan harga yang lebih murah daripada
Processor Intel jenis Pentium. Dengan keluarnya Processor Celeron ini maka
Intel kembali memberikan sebuah Processor untuk sebuah pasaran tertentu.
1999 : Intel® Pentium® III Processor
Processor Pentium
III merupakan Processor yang diberi tambahan 70 instruksi baru yang secara
dramatis memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio
streaming, dan aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara.
1999 : Intel® Pentium® III Xeon® Processor
Intel kembali
merambah pasaran server dan workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi
jenis Pentium III yang mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan Processor ini
adalah ia dapat mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke Processor ,
yang juga mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang
untuk dipadukan dengan Processor lain yang sejenis.
2000 : Intel® Pentium® 4 Processor
Processor Pentium IV
merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga
3.06 GHz. Pertama kali keluar Processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan
formafactor pin 423, setelah itu intel merubah formfactor Processor Intel
Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari Processor Intel Pentium 4
berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus
kecepatannya hingga 3.4 GHz.
2001 : Intel® Xeon® Processor
Processor Intel
Pentium 4 Xeon merupakan Processor Intel Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk
berperan sebagai computer server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih
banyak dari Processor Intel Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih
besar pula.
2001 : Intel® Itanium® Processor
Itanium adalah
Processor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakain pada server dan
workstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur
yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan
teknologi Intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ).
2002 : Intel® Itanium® 2 Processor
Itanium 2 adalah
generasi kedua dari keluarga Itanium
2003 : Intel® Pentium® M Processor
Chipset 855, dan
Intel® PRO/WIRELESS 2100 adalah komponen dari Intel® Centrino™. Intel Centrino
dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang
mudah dibawa kemana-mana.
2004 : Intel Pentium M 735/745/755 Processors
Dilengkapi dengan
chipset 855 dengan fitur baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dan kecocokan
dengan soket Processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya.
2004 : Intel E7520/E7320 Chipsets
7320/7520 dapat
digunakan untuk dual Processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400 memory,
and PCI Express peripheral interfaces.
2005 : Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz
Sebuah Processor
yang ditujukan untuk pasar pengguna komputer yang menginginkan sesuatu yang
lebih dari komputernya, Processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz
frequency, 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 cache, dan HyperThreading.
2005 : Intel Pentium D 820/830/840
Processor berbasis
64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti, dengan konfigurasi
1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi
2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada Processor jenis ini juga disertakan dukungan
HyperThreading.
2006 : Intel Core 2 Quad Q6600
Processor untuk type
desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang
ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache
(sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan
thermal design power ( TDP )
2006 : Intel Quad-core Xeon X3210/X3220
Processor yang
digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing
memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache (
dapat mencapai 4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan
thermal design power (TDP).
4) RAM
RAM (Random Access Memory) adalah sebuah tipe penyimpanan
komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan
letak data tersebut dalam memori. RAM juga biasa disebut sebagai penyimpan
sementara. Ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik, disk
dan drum, di mana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer
untuk mengakses data secara berurutan.
v Sejarah Perkembangan RAM
I.
R A M
RAM yang merupakan singkatan dari Random Access Memory ditemukan
oleh Robert Dennard dan diproduksi secara besar – besaran oleh Intel pada tahun
1968, jauh sebelum PC ditemukan oleh IBM pada tahun 1981. Dari sini lah
perkembangan RAM bermula. Pada awal diciptakannya, RAM membutuhkan tegangan 5.0
volt untuk dapat berjalan pada frekuensi 4,77MHz, dengan waktu akses memori
(access time) sekitar 200ns (1ns = 10-9 detik).
II.
D R A M
Pada tahun 1970, IBM menciptakan sebuah memori yang dinamakan
DRAM. DRAM sendiri merupakan singkatan dari Dynamic Random Access Memory. Dinamakan
Dynamic karena jenis memori ini pada setiap interval waktu tertentu, selalu
memperbarui keabsahan informasi atau isinya. DRAM mempunyai frekuensi kerja
yang bervariasi, yaitu antara 4,77MHz hingga 40MHz.
III.
FP RAM
Fast Page Mode DRAM atau disingkat dengan FPM DRAM ditemukan
sekitar tahun 1987. Sejak pertama kali diluncurkan, memori jenis ini langsung
mendominasi pemasaran memori, dan orang sering kali menyebut memori jenis ini
“DRAM” saja, tanpa menyebut nama FPM. Memori jenis ini bekerja layaknya sebuah
indeks atau daftar isi. Arti Page itu sendiri merupakan bagian dari memori yang
terdapat pada sebuah row address. Ketika sistem membutuhkan isi suatu alamat
memori, FPM tinggal mengambil informasi mengenainya berdasarkan indeks yang
telah dimiliki. FPM memungkinkan transfer data yang lebih cepat pada baris
(row) yang sama dari jenis memori sebelumnya. FPM bekerja pada rentang
frekuensi 16MHz hingga 66MHz dengan access time sekitar 50ns. Selain itu FPM
mampu mengolah transfer data (bandwidth) sebesar 188,71 Mega Bytes (MB) per
detiknya.
Memori FPM ini mulai banyak digunakan pada sistem berbasis Intel
286, 386 serta sedikit 486.
IV.
EDO RAM
Pada tahun 1995, diciptakanlah memori jenis Extended Data Output
Dynamic Random Access Memory (EDO DRAM) yang merupakan penyempurnaan dari FPM.
Memori EDO dapat mempersingkat read cycle-nya sehingga dapat meningkatkan
kinerjanya sekitar 20 persen. EDO mempunyai access time yang cukup bervariasi,
yaitu sekitar 70ns hingga 50ns dan bekerja pada frekuensi 33MHz hingga 75MHz.
Walaupun EDO merupakan penyempurnaan dari FPM, namun keduanya tidak dapat
dipasang secara bersamaan, karena adanya perbedaan kemampuan.
Memori EDO DRAM banyak digunakan pada sistem berbasis Intel 486
dan kompatibelnya serta Pentium generasi awal.
V.
SDRAM PC66
Pada peralihan tahun 1996 – 1997, Kingston menciptakan sebuah
modul memori dimana dapat bekerja pada kecepatan (frekuensi) bus yang sama /
sinkron dengan frekuensi yang bekerja pada prosessor. Itulah sebabnya mengapa
Kingston menamakan memori jenis ini sebagai Synchronous Dynamic Random Access
Memory (SDRAM). SDRAM ini kemudian lebih dikenal sebagai PC66 karena bekerja
pada frekuensi bus 66MHz. Berbeda dengan jenis memori sebelumnya yang
membutuhkan tegangan kerja yang lumayan tinggi, SDRAM hanya membutuhkan
tegangan sebesar 3,3 volt dan mempunyai access time sebesar 10ns.
Dengan kemampuannya yang terbaik saat itu dan telah diproduksi
secara masal, bukan hanya oleh Kingston saja, maka dengan cepat memori PC66 ini
menjadi standar memori saat itu. Sistem berbasis prosessor Soket 7 seperti
Intel Pentium klasik (P75 – P266MMX) maupun kompatibelnya dari AMD, WinChip,
IDT, dan sebagainya dapat bekerja sangat cepat dengan menggunakan memori PC66
ini. Bahkan Intel Celeron II generasi awal pun masih menggunakan sistem memori
SDRAM PC66.
VI.
SDRAM PC100
Selang kurun waktu setahun setelah PC66 diproduksi dan digunakan
secara masal, Intel membuat standar baru jenis memori yang merupakan
pengembangan dari memori PC66. Standar baru ini diciptakan oleh Intel untuk
mengimbangi sistem chipset i440BX dengan sistem Slot 1 yang juga diciptakan
Intel. Chipset ini didesain untuk dapat bekerja pada frekuensi bus sebesar
100MHz. Chipset ini sekaligus dikembangkan oleh Intel untuk dipasangkan dengan
prosessor terbaru Intel Pentium II yang bekerja pada bus 100MHz. Karena bus
sistem bekerja pada frekuensi 100MHz sementara Intel tetap menginginkan untuk
menggunakan sistem memori SDRAM, maka dikembangkanlah memori SDRAM yang dapat
bekerja pada frekuensi bus 100MHz. Seperti pendahulunya PC66, memori SDRAM ini
kemudian dikenal dengan sebutan PC100.
Dengan menggunakan tegangan kerja sebesar 3,3 volt, memori PC100
mempunyai access time sebesar 8ns, lebih singkat dari PC66. Selain itu memori
PC100 mampu mengalirkan data sebesar 800MB per detiknya.
Hampir sama dengan pendahulunya, memori PC100 telah membawa
perubahan dalam sistem komputer. Tidak hanya prosessor berbasis Slot 1 saja
yang menggunakan memori PC100, sistem berbasis Soket 7 pun diperbarui untuk
dapat menggunakan memori PC100. Maka muncullah apa yang disebut dengan sistem
Super Soket 7. Contoh prosessor yang menggunakan soket Super7 adalah AMD K6-2,
Intel Pentium II generasi akhir, dan Intel Pentium II generasi awal dan Intel
Celeron II generasi awal.
VII.
DR DRAM
Pada tahun 1999, Rambus menciptakan sebuah sistem memori dengan
arsitektur baru dan revolusioner, berbeda sama sekali dengan arsitektur memori
SDRAM.Oleh Rambus, memori ini dinamakan Direct Rambus Dynamic Random Access
Memory. Dengan hanya menggunakan tegangan sebesar 2,5 volt, RDRAM yang bekerja
pada sistem bus 800MHz melalui sistem bus yang disebut dengan Direct Rambus
Channel, mampu mengalirkan data sebesar 1,6GB per detiknya! (1GB = 1000MHz).
Sayangnya kecanggihan DRDRAM tidak dapat dimanfaatkan oleh sistem chipset dan
prosessor pada kala itu sehingga memori ini kurang mendapat dukungan dari
berbagai pihak. Satu lagi yang membuat memori ini kurang diminati adalah karena
harganya yang sangat mahal.
VIII.
RDRAM PC800
Masih dalam tahun yang sama, Rambus juga mengembangkan sebuah
jenis memori lainnya dengan kemampuan yang sama dengan DRDRAM. Perbedaannya
hanya terletak pada tegangan kerja yang dibutuhkan. Jika DRDRAM membutuhkan
tegangan sebesar 2,5 volt, maka RDRAM PC800 bekerja pada tegangan 3,3 volt.
Nasib memori RDRAM ini hampir sama dengan DRDRAM, kurang diminati, jika tidak
dimanfaatkan oleh Intel.
Intel yang telah berhasil menciptakan sebuah prosessor
berkecepatan sangat tinggi membutuhkan sebuah sistem memori yang mampu
mengimbanginya dan bekerja sama dengan baik. Memori jenis SDRAM sudah tidak
sepadan lagi. Intel membutuhkan yang lebih dari itu. Dengan dipasangkannya
Intel Pentium4, nama RDRAM melambung tinggi, dan semakin lama harganya semakin
turun.
IX.
SDRAM PC133
Selain dikembangkannya memori RDRAM PC800 pada tahun 1999,
memori SDRAM belumlah ditinggalkan begitu saja, bahkan oleh Viking, malah
semakin ditingkatkan kemampuannya. Sesuai dengan namanya, memori SDRAM PC133
ini bekerja pada bus berfrekuensi 133MHz dengan access time sebesar 7,5ns dan
mampu mengalirkan data sebesar 1,06GB per detiknya. Walaupun PC133 dikembangkan
untuk bekerja pada frekuensi bus 133MHz, namun memori ini juga mampu berjalan
pada frekuensi bus 100MHz walaupun tidak sebaik kemampuan yang dimiliki oleh
PC100 pada frekuensi tersebut.
X.
SDRAM PC150
Perkembangan memori SDRAM semakin menjadi – jadi setelah
Mushkin, pada tahun 2000 berhasil mengembangkan chip memori yang mampu bekerja
pada frekuensi bus 150MHz, walaupun sebenarnya belum ada standar resmi mengenai
frekunsi bus sistem atau chipset sebesar ini. Masih dengan tegangan kerja
sebesar 3,3 volt, memori PC150 mempunyai access time sebesar 7ns dan mampu
mengalirkan data sebesar 1,28GB per detiknya.
Memori ini sengaja diciptakan untuk keperluan overclocker, namun
pengguna aplikasi game dan grafis 3 dimensi, desktop publishing, serta komputer
server dapat mengambil keuntungan dengan adanya memori PC150.
XI.
DDR SDRAM
Masih di tahun 2000, Crucial berhasil mengembangkan kemampuan
memori SDRAM menjadi dua kali lipat. Jika pada SDRAM biasa hanya mampu
menjalankan instruksi sekali setiap satu clock cycle frekuensi bus, maka DDR
SDRAM mampu menjalankan dua instruksi dalam waktu yang sama. Teknik yang
digunakan adalah dengan menggunakan secara penuh satu gelombang frekuensi. Jika
pada SDRAM biasa hanya melakukan instruksi pada gelombang positif saja, maka
DDR SDRAM menjalankan instruksi baik pada gelombang positif maupun gelombang
negatif. Oleh karena dari itu memori ini dinamakan DDR SDRAM yang merupakan
kependekan dari Double Data Rate Synchronous Dynamic Random Access Memory.
Dengan memori DDR SDRAM, sistem bus dengan frekuensi sebesar 100
– 133 MHz akan bekerja secara efektif pada frekuensi 200 – 266 MHz. DDR SDRAM
pertama kali digunakan pada kartu grafis AGP berkecepatan ultra. Sedangkan
penggunaan pada prosessor, AMD ThunderBird lah yang pertama kali
memanfaatkannya.
XII.
DDR RAM
Pada 1999 dua perusahaan besar Microprocessor INTEL dan AMD
bersaing ketat dalam meningkatkan kecepatan clock pada CPU. Namun menemui
hambatan, karena ketika meningkatkan memory bus ke 133 Mhz kebutuhan Memory
(RAM) akan lebih besar. Dan untuk menyelesaikan masalah ini maka dibuatlah DDR
RAM (double data rate transfer) yang awalnya dipakai pada kartu grafis, karena
sekarang anda bisa menggunakan hanya 32 MB untuk mendapatkan kemampuan 64 MB.
AMD adalah perusahaan pertama yang menggunakan DDR RAM pada motherboardnya.
XIII.
DDR2 RAM
Ketika memori jenis DDR (Double Data Rate) dirasakan mulai
melambat dengan semakin cepatnya kinerja prosesor dan prosesor grafik,
kehadiran memori DDR2 merupakan kemajuan logis dalam teknologi memori mengacu
pada penambahan kecepatan serta antisipasi semakin lebarnya jalur akses
segitiga prosesor, memori, dan antarmuka grafik (graphic card) yang hadir
dengan kecepatan komputasi yang berlipat ganda.
Perbedaan pokok antara DDR dan DDR2 adalah pada kecepatan data
serta peningkatan latency mencapai dua kali lipat. Perubahan ini memang
dimaksudkan untuk menghasilkan kecepatan secara maksimum dalam sebuah
lingkungan komputasi yang semakin cepat, baik di sisi prosesor maupun grafik.
Selain itu, kebutuhan voltase DDR2 juga menurun. Kalau pada DDR
kebutuhan voltase tercatat 2,5 Volt, pada DDR2 kebutuhan ini hanya mencapai 1,8
Volt. Artinya, kemajuan teknologi pada DDR2 ini membutuhkan tenaga listrik yang
lebih sedikit untuk menulis dan membaca pada memori.
Teknologi DDR2 sendiri lebih dulu digunakan pada beberapa
perangkat antarmuka grafik, dan baru pada akhirnya diperkenalkan penggunaannya
pada teknologi RAM. Dan teknologi DDR2 ini tidak kompatibel dengan memori DDR
sehingga penggunaannya pun hanya bisa dilakukan pada komputer yang memang
mendukung DDR2.
XIV.
DDR3 RAM
RAM DDR3 ini
memiliki kebutuhan daya yang berkurang sekitar 16% dibandingkan dengan DDR2.
Hal tersebut disebabkan karena DDR3 sudah menggunakan teknologi 90 nm sehingga
konsusmsi daya yang diperlukan hanya 1.5v, lebih sedikit jika dibandingkan
dengan DDR2 1.8v dan DDR 2.5v. Secara teori, kecepatan yang dimiliki oleh RAM
ini memang cukup memukau. Ia mampu mentransfer data dengan clock efektif
sebesar 800-1600 MHz. Pada clock 400-800 MHz, jauh lebih tinggi dibandingkan
DDR2 sebesar 400-1066 MHz (200- 533 MHz) dan DDR sebesar 200-600 MHz (100-300
MHz). Prototipe dari DDR3 yang memiliki 240 pin. Ini sebenarnya sudah
diperkenalkan sejak lama pada awal tahun 2005. Namun, produknya sendiri benar-benar
muncul pada pertengahan tahun 2007 bersamaan dengan motherboard yang
menggunakan chipset Intel P35 Bearlake dan pada motherboard tersebut sudah
mendukung slot DIMM.
5) Power Supply
Power Supply biasa orang menyebutnya dengan Power Supply
Unit(PSU). Dimana PSU mempunyai fungsi sebagai komponen yang memasok listrik ke
komponen lain dalam komputer untuk mengkonversikan arus listrik AC(yang biasa
berada di setiap rumah-rumah 110-220volt) menjadi arus listrik DC(arus listrik
yang dihasilkan 3,3volt,5volt,12volt)yang menjadi daya untuk komponen internal
komputer. PSU biasa berada dibagian dalam belakang sebuah Personal Computer(PC)
dan dengan fungsinya sebagai pengkoversi arus listrik AC ke arus listrik DC.
PSU sendiri memiliki komponen-komponen didalamnya, komponen-komponen tersebut
diantaranya adalah transformator dan fan(kipas angin) untuk membantu proses
pendinginan pada PCU. Komputer telah berkembang begitu jauh dari generasi ke
generasi, perkembangan yang sangat signifikan terlihat dari bobot, fungsi, dan
efisiensi.
Perkembangan komputer dapat kita lihat mulai dari komputer
diciptakan, dimana komputer berukuran sangat besar dan mempunyai berat sekitar
30 ton, hanya dapat berfungsi dengan cara kerja analog dan sangat lambat, juga
membutuhkan daya 160kilowatt. Sekarang komputer berukuran jauh lebih kecil,
dapat berfungsi dengan cara kerja hybrid(dapat berfungsi secara analog maupun
digital) dan dapat melakukan proses yang sangat cepat, serta pangunaan listrik
yang jauh lebih efisien. perkembangan komputer tersebut tentunya diikuti dengan
perkembangan dari komponen-komponen pendukungnya, seperti halnya PSU. PSU
sendiri mengalami perkembangan dari model dulu yang masih mengunakan cara kerja
manual pada saat mematikan komputer(turn off) dan sekarang dapat mematikan
komputer secara otomatis.
Ada beberapa jenis dari PSU :
1.
Battery Power Supply
adalah power supply yang biasa digunakan pada portable computer(laptop).
2.
AT Power Supply
adalah power supply model dulu yang menggunakan cara kerja manual untuk
mematikan computer
3.
ATX Power Supply
adalah model power supply yang masih dipertahankan sampai sekarang yang
menggunakan cara kerja otomatis mematikan computer.
4.
Uninterruptible
Power Supply(UPS) adalah power supply yang mempunyai fungsi lebih yaitu sebagai
penyimpan cadangan listrik. Apabila terjadi mati listrik, komputer tidak akan
langsung mati untuk sementara waktu sehingga data yang belum disimpan(save)
tidak langsung hilang.
6) Motherboard
Motherboard adalah sebuah papan sirkuit dan panel-panel
elektronik yang menggerakan system PC secara keseluruhan. Secara prinsip,
sebuah motherboard terdiri atas beberapa bagian yakni system CPU (prosesor),
sirkuit clock/timing, Ram, Cache, ROM BIOS, I/O port seperti port serial, port
pararel, slot ekspansi, prot IDE.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar