Senin, 15 September 2014

TASBIHKU pasa-Mu

Tasbihku pada- Mu


Rasa sayang itu pasti ada dalam siri setiap manusia tanpa terkecuali. Aku salah satunya yang sangat merindukan perasaan itu dari orang-orang terkasihku disekitar. Banyak waktu aku lewatkan dengan hal-hal ceroboh dan menimbulkan masalah. Entah itu disekolah, diarea pergaulanku, bahkan dikeluarga.


Disekolah. Aku menghabiskan banyak waktu disana, terutama bulan-bulan akhir tahun 2014 ini. Kegiatanku begitu padat. Dari pembelajaran yang super kilat, pengurusan Praktek Kerja Lapangan, bahkan masih ada urusan organisasiku.
Aku tidak mau mnegeluh. Namun apa daya, aku harus berbagi dengan siapa ?? 


Sahabat ?
Ayah ?
Ibu ?
Adik ?
Teman ?
Guru ?
Dan siapa ?
Mereka sangat berperan dalam hidupku didunia ini. Terutama ayah dan ibu, yang tiada henti mengajarkanku hidup sebenarnya. Hidup yang sementara ini, mereka sisipkan didalamnya pembelajaran agama Islam yang menguraikan banyak kemuliaan kehidupan kekal disurga sana nantinya.
Aku merasa mereka belum mampu menampung apa yang aku keluhkan. Aku fikir mereka belum waktunya untuk aku berbagi, namun kata “Belum” yang selalu hinggap ini mengantarku untuk ,merahasiakannya.
Yaa.. solusinya aku berbagi dengan-Nya, Yang Maha Kuasa atas apa yang ada dilangit dan bumi ini.
Aku tuangkan rasa dalam benak ini dengan air mata yang membasahi sajadah merah bergambarkan masjid itu.  Mulutku yang tidak henti melanturkan kalimat-kalimat penyesalan, kedua tanganku yang terus menengadah, dan kepalaku yang terus tertunduk lemah dihadapan-Nya.
Aku sadar. Aku sangat sadar. Semua orang terkasihku didunia ini hanya sementara. Yang abadi hanyalah Dia. Allah.
Memang aku sekarang merasa kesepian untuk urusan dunia ini bahkan selalu kesepian. Disisi lain aku memandangnya, justru itu sedikit lebih baik daripada aku bersama meraka selalu, dan lama-kelamaan akan pudar kesetiaan mereka.
Aku tahu, Allah Maha Mengetahui. Allah Maha Pemurah. Allah Maha Pengampun. Allah Maha Merajai. Allah Maha Besar. Allah Maha Segalanya.

Subhanallah. Aku bertasbih menyebut nama-Nya. Indah dan tenang rasanya dalam rundu kehampaan hati ini. Thank a lot to Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar