Senin, 15 September 2014

Ya Allah aku melepaskannya



Namanya “CINTA”.
Ya, memang cukup banyak pendefinisian tentang Cinta. Di kalangan remaja khususnya, sudah banyak kata-kata bualan keluar dengan alasan “CINTA” padahal yang terjadi “Nafsu”.
Pengalaman pribadiku. Dahulu tepatnya tahun 2013 dibulan Maret. Salah seorang lelaki yang aku tilik “Baik” dan “Berwibawa” tiba-tiba menembakku. Au sedikit bersyukur, kalimat yang diungkapkannya tidak ada kata “CINTA” melainkan “SAYANG”. Aku baru menyadarinya sekarang.

Kini aku sendiri mearajut kebahagiaan hidup dengan masih melakoni rutinias menjadi pelajar. Dia sudah pergi dari hidupku tanpa kenangan kita.
Dahulu hubungan yang aku jalani begitu membingungkan.
Dia selalu datang sepulangku sekolah. Menungguku.
Responku “Menghindaarinya”.
Tujuanku satu : Menjauhkan diriku dan dirinya dari DOSA.

2 orang berlainan jenis yang bukan mahram sewajibnya tidak dalam tempat yang sama dan dalam waktu sama. Tujuanku sedikit menyimpang dari fikirannya. Bertubi-tubi kemarahannya tertumpah di SOSMED.


Entah dia menilaiku “Menghindari” bahkan “Membenci”. Namun satu yang menjadi alasanku dahulu menjawab “Kita Jalani saja”, untuk membuatku dengannya saling membangun diri, memotivasi, dan mengingatkan dalam kebaikan. Bukan untuk berduaan bersama bahkan saling sentuh.



Terkadang aku merasa kasihan dengan diriku sendiri, setan-setan membisik ‘Kamu gak usah sok alim’ atau ‘Kamu jangan fanatik sama agama’ bahkan bertubi bisikan yang menggemaskan kemarahanku.


Namun prinsipku kepada- Nya tidak akan pupus. Akan selalu terlaksana.


Aku hidup didunia ini hanya untuk mengabdi kepadanya. Aku tunduk dan rendah diri dihadapannya. Aku harus berpaling dari kefanatikan dunia ini yang penuh dengan godaan syaiton yang terkutuk.
Aku sadar. Bahkan sangat sadar.
Urusanku akan aku pertanggungjawabkan nanti disana. Aku akan diadili oleh – Nya.
Aku sangat bahagia, ketika bisa menangis dihadapan- Nya dengan melepas kefanaan dunia ini termasuk dia yang senantiasa membuatku terus menyesal. Detik ini, penyesalan itu harus aku akhiri. Ya.. karena Allah-lah, dia dahulu bisa berjumpa dneganku. Maka dari itu aku juga harus melepaskannya karena Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar