Sahabat Muslimah...
Cemburu dan cinta bak dua sisi mata
uang yang tidak mungkin dipisahkan. Dimana ada cinta pastilah di situ muncul
rasa cemburu. Dan disaat ada rasa cemburu sesungguhnya disitulah telah muncul
benih cinta di dada.
Berarti antara cinta dan cemburu tidak mungkin dipisahkan.
Demikian pula Islam memandang antara cinta dan cemburu merupakan dua ekspresi
emosi yang akan membawa pemiliknya ke dalam surga bila benar dalam
menerapkannya. Cemburu salah satu ciri ahli surga. Rosululloh Shollallohu
Alaihi Wasallam telah bersabda:
“Tiga golongan yang tidak akan masuk
syurga dan Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, orang yang durhaka
kepada kedua orang tuanya,wanita yang menyerupai pria dan dayuts.” (HR. Nasa’i,
Hakim, Baihaqi dan Ahmad).
Dayuts adalah suami/kepala keluarga
yang tidak cemburu terhadap istrinya pun demikian sebaliknya. Dari hadits ini
sangatlah jelas cemburu merupakan rasa yang wajib ada pada setiap insan. Karena
dengan adanya cemburu lah yang menjadikan seseorang menjadi ahli surga.
Astaghfirulloh... Jika kita melihat realita dalam kehidupan saat ini sangatlah
mengerikan dampak dari hilangnya rasa cemburu ini. Begitu banyak saat ini suami
atau istri telah luntur rasa cemburu dalam rumah tangga.
*****
Bagaimana menempatkan cemburu?
Cemburu memang rasa yang aneh. Rasa
ini wajib dijaga namun wajib pula dikontrol dengan baik. Rosululloh
sesungguhnya sudah menjelaskan bahwa cemburu itu ada dua macamnya.
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّم َ قَالَ: إِنَّ مِنَ الْغِيْرَةَ مَا يُحِبُّ اللهُ وَمِنْهَا
مَا يَبْغُضُ اللهُ فَالْغِيْرَةُ الَّتِيْ يُحِبُّ اللهُ الْغِيْرَةُ فِيْ
الرَّيْبَةِ
وَالْغِيْرَةُ الَّتِيْ يَبْغُضُ اللهُ الْغِيْرَةُ فِيْ غَيْرِ
الرَّيْبَةِ
"Ada jenis cemburu yang
dicintai Allah Subhanahu wa Ta'ala, adapula yang dibenci-Nya. Yang disukai,
yaitu cemburu tatkala ada sangkaan atau tuduhan. Sedangkan yang dibenci, yaitu
adalah yang tidak dilandasi keraguan" Sunan al Baihaqi (7/308).
Sahabat Muslimah...
Inilah yang perlu kita kaji bersama.
Ternyata cemburu ada yang dibenarkan secara syar'i dan ada pula yang tidak
dibenarkan secara syar'i. Jangan sampai kita terjebak pada rasa cemburu buta.
Yaitu rasa cemburu yang arahnya pada tuduhan yang tidak mendasar ataupun yang
tidak beralasan. Namun rasa cemburu yang muncul haruslah memiliki landasan ilmu
yang benar.
Karena rasa cemburu ini haruslah
berjalan seiring dengan ilmu yang benar dan akal fikiran. Maka rasa cemburu itu
akan mencerminkan apakah yang melandasi rasa cinta yang ada. Dikala rasa cinta
itu muncul karena Alloh, maka rasa cemburu itupun akan muncul dengan ukuran
yang dibenarkan oleh Alloh. Yaitu dikala pasangan hidup melakukan pelanggaran
batasan syar'i dalam hidupnya saat berhubungan dengan lawan jenis.
Namun jika rasa cinta itu muncul
karena cinta mati yang tidak berlandaskan ilmu yang benar atau karena ukuran
keduniaan. Sesungguhnya inilah sebenarnya asal-muasal yang menjadikan sebagian
suami atau istri memiliki sikap terlalu posesif terhadap pasangannya. Hal ini
terjadi karena tidak jelasnya ukuran cemburu yang ada.
Seperti apakah rasa cemburu yang
dimiliki Rosululloh?
Disebutkan di dalam hadits, bahwa
Saad bin Ubadah Radhiyallahu 'anhu berkata :
قَالَ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ : لَوْ
رَأَيْتُ رَجُلاً مَعَ امْرَأَتِيْ لَضَرَبْتُهُ بِالسَّيْفِ غَيْرَ مُصَفِّحٍ
فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَتَعْجَبُوْنَ مِنْ
غِيْرَةِ
سَعْدٍ لأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ وَاللهُ أَغْيَرُ مِنِّيْ
"Sekiranya aku melihat seorang
laki-laki bersama dengan isteriku, niscaya akan kutebas ia dengan pedang,"
ucapan itu akhirnya sampai kepada Rasulullah. Lalu beliau Shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda,”Apakah kalian merasa heran terhadap kecemburuan Saad? Demi
Allah, aku lebih cemburu daripadanya, dan Allah lebih cemburu daripadaku.”
Hadist riwayat al Bukhari (5/2002)
Terbayang kan bagaimana rasa
cemburunya Rosululloh? Rasa cemburu inipun diikuti para istri Rosulloh. Namun
dengan rasa cemburu sebesar itu Rosululloh dan para istrinya mampu mengontrol
rasa cemburu yang ada. Inilah yang harus kita contoh dalam kehidupan sehari
hari kita. Mampu mengondisikan gejolak cemburu yang ada dengan akhlaq mulia.
Tetap bisa berjalan pada rel ilmu yang dibenarkan secara syar'i.
Semoga Sahabat Muslimah mampu menjaga rasa cemburu dalam jiwa
dengan berlandaskan ilmu yang benar. Aamiin..
sumber :
http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2014/08/28/32485/cemburu-itu-wajib-lho/#sthash.W50wfOX3.dpbs


Tidak ada komentar:
Posting Komentar